Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah mengkaji opsi pembelian kembali saham (share buyback) sebagai salah satu alternatif aksi korporasi di tengah dinamika pasar modal domestik.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi strategi perusahaan untuk menjaga kepentingan jangka panjang Perseroan sekaligus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham.
Menurut Nixon, pergerakan harga saham perlu dicermati secara menyeluruh dengan mempertimbangkan fundamental bisnis, prospek pertumbuhan, serta transformasi yang tengah dijalankan BTN.
“Kami terus mencermati perkembangan pasar modal dan berbagai dinamika yang terjadi saat ini. Sebagai perusahaan terbuka, BTN senantiasa mengevaluasi berbagai opsi strategis yang dapat mendukung kepentingan Perseroan dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan pelaksanaan pembelian kembali saham atau buyback,” ujar Nixon.
Ia menjelaskan, kajian buyback dilakukan dengan memperhatikan sejumlah aspek penting, mulai dari kondisi keuangan dan kecukupan permodalan hingga kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis serta ketentuan regulator yang berlaku.
Nixon menegaskan, opsi tersebut masih dalam tahap kajian. Setiap keputusan nantinya akan mempertimbangkan kebutuhan perusahaan dan kepentingan seluruh pemegang saham.
“Buyback merupakan salah satu opsi yang sedang kami kaji, termasuk terkait dengan potensi pemanfaatan saham hasil pembelian kembali untuk peruntukan tertentu sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Tentunya, setiap keputusan akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kecukupan modal, serta kepentingan seluruh pemegang saham,” katanya.
Bagi BTN, pembelian kembali saham bukanlah opsi yang sepenuhnya baru. Pada 2020, di tengah tekanan pasar akibat pandemi COVID-19, Perseroan pernah menyiapkan dana sebesar Rp275 miliar untuk rencana buyback melalui pasar sekunder.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi bagi BTN dalam mengevaluasi alternatif aksi korporasi dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan kebutuhan perusahaan.
Di tengah dinamika pasar modal, Nixon menegaskan bahwa penguatan fundamental bisnis tetap menjadi prioritas. BTN terus berupaya meningkatkan kinerja, menjaga pertumbuhan yang sehat, serta mengoptimalkan peluang bisnis untuk mendukung keberlanjutan perusahaan.
Salah satu peluang yang menjadi perhatian adalah sektor pembiayaan perumahan nasional. Kebutuhan hunian yang masih besar membuka ruang bagi BTN untuk memperkuat perannya dalam mendukung Program 3 Juta Rumah sekaligus melanjutkan transformasi bisnis menuju beyond mortgage, yakni pengembangan layanan yang melampaui pembiayaan kredit pemilikan rumah.
“Fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental dan pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Kami melihat peluang pertumbuhan sektor perumahan nasional masih sangat besar, dan BTN akan terus memperkuat kapabilitas bisnis serta layanan untuk menangkap peluang tersebut secara optimal,” tutur Nixon.
Dengan demikian, evaluasi opsi buyback berjalan seiring dengan upaya BTN memperkuat fondasi bisnis dan menangkap peluang pertumbuhan sektor perumahan. Perseroan tetap mengedepankan pertimbangan keuangan yang terukur serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
BTN akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik apabila terdapat keputusan mengenai pelaksanaan aksi korporasi tersebut, sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi dan peraturan regulator.
