Jakarta – Realestat Indonesia (REI) memperkuat komitmennya untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan target pembangunan 3 juta rumah.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan jajaran DPP REI dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, REI dan pemerintah sepakat memperkuat kerja sama, termasuk menyelaraskan program REI dengan agenda pemerintah serta membahas berbagai regulasi yang dinilai perlu disempurnakan untuk mempercepat pembangunan perumahan.
Ketua Kehormatan sekaligus Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) DPP REI, MS Hidayat, mengatakan REI siap mengambil bagian dalam membantu pemerintah mencapai target tersebut.
“Setelah kami mendeklarasikan kekompakan REI untuk mendukung pemerintah, kami sepakat untuk bekerja sama menyelesaikan aturan-aturan, hal-hal yang kita anggap harus disempurnakan dari aturan pemerintah,” ujar Hidayat.
Menurut Hidayat, penyelarasan program menjadi bagian penting agar target pemerintah dapat berjalan lebih efektif. REI juga akan menyatukan rencana programnya dengan pemerintah.
“Semua masalah akan kita atasi. Kami berjanji melakukan itu dan REI sendiri tadi diminta untuk menyatukan rencana programnya dengan kita,” katanya.
Bentuk Tim Teknis
Sebagai tindak lanjut pertemuan, REI akan membentuk tim teknis yang melibatkan sejumlah pengurus dan perwakilan organisasi untuk membahas berbagai persoalan teknis bersama pemerintah.
Hidayat menyebut tim tersebut diperkirakan beranggotakan sekitar 15 orang. Tim akan bekerja untuk merumuskan dan menyusun program bersama pemerintah dan REI.
“Kami dalam pertemuan kemarin yang tidak resmi itu menyepakati membentuk 15 orang atau berapa dari tim teknis yang akan bekerja sama atau berunding mengenai masalah-masalah teknis untuk menyampaikan susunan program yang akan kita lakukan sebagai program bersama pemerintah dan REI,” jelasnya.
Menurut Hidayat, target 3 juta rumah menjadi salah satu agenda utama dalam kerja sama tersebut.
“Jadi, itu juga termasuk tentu yang utama target 3 juta rumah,” ujarnya.
Maruarar Dorong Dukungan REI
Menteri PKP Maruarar Sirait sebelumnya menekankan pentingnya dukungan REI dalam memperkuat program perumahan pemerintah, terutama penyediaan rumah subsidi.
Maruarar mengatakan kebutuhan terhadap rumah subsidi semakin besar seiring keterbatasan dan mahalnya harga tanah, terutama di kawasan perkotaan.
“Perumahan subsidi itu penting sekali karena tanah makin sempit, makin mahal, dan juga daerah perkotaan. Kami sangat senang juga kalau REI bisa mendukung program untuk perumahan subsidi,” kata Maruarar.
Maruarar juga mendorong optimalisasi tanah negara yang potensial untuk pembangunan hunian masyarakat. Menurutnya, ketersediaan lahan menjadi salah satu tantangan utama dalam mempercepat penyediaan rumah.
Ia berharap REI dapat memberikan dukungan dan ikut mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang menghambat pemanfaatan lahan untuk pembangunan perumahan.
“Jadi memang pengurus rumah rakyat saja, saya sebagai pengurus rumah, mesti berjuang keras untuk menggunakan tanah-tanah negara,” ujarnya.
REI Siap Bantu Pemerintah
Ketua Umum DPP REI Joko Suranto menegaskan dukungan dunia usaha tidak hanya berupa masukan terhadap kebijakan, tetapi juga aksi nyata untuk menggerakkan sektor perumahan.
Menurut Joko, REI sebagai pelaku usaha memiliki pengalaman langsung mengenai berbagai persoalan di lapangan. Karena itu, masukan dari pengembang diharapkan dapat membantu pemerintah menghasilkan regulasi yang lebih tepat dan mampu mendorong pertumbuhan sektor properti.
“Bantuan kita saran, masukan, pemikiran untuk kebijakan itu berdampak terhadap pertumbuhan,” ujar Joko.
Ia menjelaskan, pertumbuhan sektor properti memiliki efek berganda terhadap perekonomian, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga meningkatkan perputaran ekonomi.
Joko memastikan REI siap bekerja bersama pemerintah untuk menciptakan ekosistem perumahan yang lebih baik.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh senior REI dan pelaku usaha properti nasional, termasuk Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Ketua Umum DPP REI Joko Suranto, MS Hidayat, Siswono Yudohusodo, serta sejumlah pimpinan kelompok usaha properti nasional.
Dengan penguatan kolaborasi tersebut, REI berharap peran dunia usaha dapat semakin nyata dalam membantu pemerintah menyediakan hunian yang terjangkau sekaligus mendukung pencapaian target 3 juta rumah.
