Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto saat memberikan penghargaan. Dok: Istimewa
Jakarta – Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun 2025 di Yogyakarta. Kegiatan tahunan ini resmi dibuka oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto, yang menegaskan pentingnya penguatan peran Polisi Penolong dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian yang humanis, cepat tanggap, dan berintegritas.
Dalam sambutannya, Komjen Karyoto menuturkan bahwa Rakernis Baharkam tahun ini mengangkat tema “Polisi Penolong untuk Indonesia Maju”, sejalan dengan program prioritas Kapolri dan visi Polri Presisi.
“Polisi harus hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga pelindung, pengayom, dan penolong masyarakat dalam situasi apa pun,” ujar Karyoto.
Rakernis Baharkam 2025 diikuti oleh seluruh jajaran kepolisian bidang pemeliharaan keamanan dari tingkat pusat hingga daerah. Dalam forum ini, para peserta membahas strategi peningkatan pelayanan publik, pemanfaatan teknologi keamanan, dan sinergi antara kepolisian dengan masyarakat sipil. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan paparan inovasi pelayanan publik berbasis digital.
Selain itu, Komjen Karyoto juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap Polri akan meningkat jika polisi mampu hadir dengan empati dan solusi di lapangan.
“Konsep Polisi Penolong ini bukan hanya jargon, tapi semangat nyata yang harus diterapkan dalam setiap tindakan,” tambahnya.
Baca juga: AKP Kharisma Arbita Bangsa Tegaskan Komitmen Bersih dan Transparan di Samsat Jakarta Selatan
Rakernis kali ini juga menjadi ajang untuk mengevaluasi capaian kinerja tahun sebelumnya, termasuk keberhasilan Baharkam dalam menjaga stabilitas keamanan nasional serta mendukung program pemerintah di bidang sosial dan kemanusiaan.
Baharkam Polri menegaskan komitmen untuk terus berinovasi melalui program pembinaan masyarakat, patroli dialogis, serta penanganan cepat terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Kegiatan Rakernis 2025 turut menghadirkan beberapa narasumber eksternal dari kalangan akademisi dan praktisi keamanan. Mereka memberikan masukan mengenai pentingnya adaptasi teknologi dalam menjaga keamanan dan pelayanan publik.
“Era digital menuntut polisi yang responsif dan inovatif. Baharkam harus bisa memanfaatkan teknologi untuk mempercepat respon terhadap masyarakat,” ujar salah satu pembicara.
Sebagai penutup, Komjen Karyoto mengajak seluruh jajarannya untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.
“Menjadi Polisi Penolong berarti menjadi sahabat masyarakat. Kita hadir untuk memberikan rasa aman sekaligus harapan,” tutupnya.
Dengan terlaksananya Rakernis Baharkam Polri 2025 ini, diharapkan Polri dapat semakin adaptif terhadap tantangan zaman serta konsisten dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pendekatan yang humanis dan berorientasi pelayanan publik.
