Gubernur Banten Andra Soni menerima Kepala KPPG Wilayah Jakarta-Banten, Ida Wahyuni, di Gedung Negara Provinsi Banten, Selasa (4/8/2026), untuk memperkuat sinergi dan koordinasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banten. Dok: Istimewa.
Jakarta – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk terus memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kolaborasi yang solid dinilai menjadi kunci agar program prioritas nasional tersebut dapat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Komitmen itu disampaikan Andra Soni saat menerima Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Jakarta-Banten, Ida Wahyuni, di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (4/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus mengevaluasi pelaksanaan Program MBG yang terus berkembang di Provinsi Banten.
Berdasarkan data yang dipaparkan KPPG Wilayah Jakarta-Banten, Program Makan Bergizi Gratis di Banten saat ini telah menjangkau 3.397.020 penerima manfaat melalui 1.403 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Andra Soni menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten akan terus menjalankan perannya sebagai mitra pemerintah pusat melalui fungsi koordinasi, fasilitasi, dan pengawasan.
Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh pelaksanaan yang terjaga melalui pengawasan yang konsisten.
“Kami tidak berada pada ranah operasional, tetapi akan memastikan koordinasi berjalan baik, memberikan dukungan yang diperlukan, serta melakukan pengawasan agar program ini terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Andra.
Ia juga mengingatkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Karena itu, pelaksanaannya harus mengedepankan kualitas layanan, keamanan pangan, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemerintah Provinsi Banten sejak awal telah membentuk Pusat Informasi dan Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis.
Kehadiran pusat koordinasi ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, serta seluruh pemangku kepentingan sehingga berbagai tantangan di lapangan dapat diselesaikan secara cepat dan efektif.
Sementara itu, Kepala KPPG Wilayah Jakarta-Banten, Ida Wahyuni, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas layanan terus dilakukan, salah satunya melalui percepatan penerbitan Sertifikat Layak Higienis (SLHS) bagi seluruh SPPG bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.
Sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap dapur penyedia makanan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
Selain itu, BGN juga terus melakukan evaluasi dan pembaruan data penerima manfaat sebagai upaya meningkatkan akurasi data serta memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin efektif dan tepat sasaran.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan generasi Banten yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas.
