Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur DKI ke-12 Sutiyoso dan Wakil Gubernur Rano Karno menyaksikan pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta. Dok: Istimewa.
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah tegas dengan memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (15/1/2026). Proyek yang terbengkalai selama hampir 22 tahun itu akhirnya dituntaskan sebagai bagian dari komitmen Pemprov DKI menata ulang wajah ibu kota.
Didampingi Wakil Gubernur DKI Rano Karno dan Gubernur DKI Jakarta ke-12 Sutiyoso, Pramono menyaksikan langsung pemotongan tiang monorel yang menjadi penanda dimulainya pembongkaran. Langkah ini disebut Pramono sebagai simbol perubahan dan keberanian pemerintah daerah menyelesaikan persoalan lama yang mengganggu estetika kota.
โProsesnya panjang dan tidak sederhana. Karena itu saya berterima kasih kepada Kejaksaan Tinggi DKI dan KPK yang sejak awal memberikan dukungan penuh agar penataan kawasan H.R. Rasuna Said ini tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,โ kata Pramono.
Menurut Pramono, pembongkaran dilakukan setelah seluruh aspek hukum dinyatakan aman, termasuk adanya surat resmi dari Kejati DKI. Meski tiang monorel merupakan aset PT Adhi Karya, Pemprov DKI memilih bertindak setelah perusahaan tersebut tidak menindaklanjuti permintaan pembongkaran secara mandiri.
โKami sudah menyurati Adhi Karya sejak November lalu dan memberi waktu satu bulan. Karena tidak ada tindak lanjut, maka pemerintah mengambil alih pembongkaran demi kepentingan publik,โ tegasnya.
Pramono menegaskan, keputusan ini bukan sekadar membongkar bangunan lama, tetapi bagian dari penataan menyeluruh kawasan strategis Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI mengalokasikan anggaran sekitar Rp102 miliar dari APBD 2026 untuk pembongkaran, perbaikan jalan, pembangunan trotoar, serta penataan kawasan H.R. Rasuna Said agar lebih nyaman dan representatif.
Sebanyak 109 tiang monorel yang membentang sepanjang 3,65 kilometer akan dibongkar secara bertahap dan ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan atau sekitar September 2026. Jika penataan kawasan Kuningan berjalan lancar, Pramono memastikan pembongkaran serupa akan dilanjutkan di kawasan Senayan dan Jalan Asia Afrika.
โYang tidak relevan dengan fungsi kota akan kita bongkar. Namun beberapa titik bisa dimanfaatkan kembali, misalnya untuk videotron atau sarana reklame yang tertata,โ jelasnya.
Langkah Pramono ini mendapat apresiasi dari Sutiyoso yang mengakui proyek monorel merupakan gagasan lama yang tak pernah terwujud. Ia menyebut pembongkaran sebagai keputusan paling realistis demi masa depan Jakarta.
โIni memang pilihan yang berat, tapi harus dilakukan. Saya pribadi berterima kasih karena akhirnya masalah ini diselesaikan. Mudah-mudahan Jakarta ke depan jauh lebih tertata dan nyaman,โ ujar Sutiyoso.
Dengan keputusan tersebut, Pramono menegaskan arah kepemimpinannya yang fokus pada penyelesaian persoalan lama, penataan kota, dan perbaikan fasilitas publik demi wajah baru Jakarta.
