Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Dok: Istimewa.
Jakarta – Keamanan Mekkah dan Madinah menjadi perhatian di tengah munculnya laporan mengenai insiden yang berkaitan dengan ancaman militer di Arab Saudi. Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menegaskan, dua kota suci umat Islam tersebut harus tetap terlindungi dan tidak boleh dijadikan sasaran maupun arena konflik bersenjata.
Hidayat menyampaikan sikap tersebut menyusul laporan otoritas Arab Saudi mengenai sebuah drone yang mengarah ke Mekkah serta serangan terhadap gardu listrik Taibah di Madinah yang memasok kebutuhan listrik Masjid Nabawi.
Menurut Hidayat, perlindungan terhadap Mekkah dan Madinah tidak hanya menyangkut kawasan kota dan tempat ibadah, tetapi juga fasilitas sipil serta infrastruktur yang menopang keamanan dan pelayanan jamaah.
“Kami menolak seluruh serangan maupun upaya penyerangan militer terhadap objek-objek sipil, apalagi terhadap dua kota suci Mekkah dan Madinah, dan mendukung usaha maksimal Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi kedua kota suci dari serangan militer pihak mana pun juga,” ujar Hidayat dalam keterangannya.
Ia menilai upaya menjaga keamanan kedua kota suci menjadi penting agar umat Islam dari berbagai negara tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk. Hidayat juga mengapresiasi langkah Arab Saudi dalam melakukan pencegahan terhadap ancaman di sekitar Mekkah serta komitmen melindungi Dua Masjid Suci dan para jamaah.
Dorong Perlindungan Tempat Ibadah
Hidayat juga mengingatkan bahwa tempat ibadah memiliki perlindungan dalam hukum humaniter internasional. Ia merujuk pada ketentuan Statuta Roma yang mencantumkan serangan secara sengaja terhadap bangunan yang didedikasikan untuk agama, selama bukan sasaran militer, sebagai salah satu kategori kejahatan perang.
Dalam konteks tersebut, Hidayat menekankan pentingnya menjaga Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah dari dampak konflik bersenjata.
“Jangan sampai konflik bersenjata berkembang hingga mengganggu keamanan Dua Masjid Suci yang berada di Mekkah dan Madinah,” tegasnya. Ia berharap kesucian kedua tempat tersebut tetap terjaga sehingga umat Islam dapat beribadah tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap ancaman serangan militer.
Bagi Hidayat, perlindungan terhadap dua kota suci juga menyangkut keselamatan jamaah yang datang dari berbagai penjuru dunia. Karena itu, upaya menjaga keamanan kawasan serta fasilitas pendukung ibadah perlu dilakukan secara maksimal.
Seruan tersebut menempatkan keselamatan jamaah dan penghormatan terhadap tempat ibadah sebagai perhatian utama. Hidayat berharap keamanan Mekkah dan Madinah tetap terjaga dan kedua kota suci tersebut tidak terseret lebih jauh ke dalam konflik bersenjata.
