Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan yang menyebut dirinya menawarkan keringanan sanksi dan pencairan dana Iran yang dibekukan sebagai bagian dari pembicaraan terkait program nuklir Tehran.
Laporan tersebut sebelumnya muncul di media AS, termasuk Axios, yang mengutip sejumlah pejabat Washington yang tidak disebutkan namanya. Trump membantahnya melalui pernyataan di media sosial dan menegaskan bahwa dirinya tidak menawarkan keringanan seperti yang diberitakan.
Di tengah bantahan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) justru melancarkan pesan langsung kepada masyarakat Amerika Serikat. Dalam surat terbuka setebal 25 halaman, IRGC menyerukan warga AS, khususnya para pemilih, untuk menolak kebijakan pemerintahan Trump.
IRGC juga menyatakan Iran dan Amerika Serikat dapat hidup berdampingan jika terjadi perubahan kebijakan Washington, terutama terkait keterlibatan AS dalam perang di luar negeri dan dukungannya terhadap Israel.
Dalam surat tersebut, IRGC menuduh pemerintahan Trump telah menyesatkan masyarakat Amerika mengenai perang, program nuklir Iran, serta situasi di Selat Hormuz. IRGC juga membantah tuduhan bahwa Iran memiliki senjata nuklir.
Pesan itu turut membedakan antara pemerintah Amerika Serikat dan rakyatnya. IRGC menyebut masyarakat Iran dan Amerika sama-sama menjadi korban kebijakan politik, serta menjelaskan bahwa slogan “Matilah Amerika” menurut mereka ditujukan kepada elite politik AS, bukan masyarakat Amerika.
Juru bicara IRGC Hossein Mohebbi kemudian mengulang pesan tersebut saat berbicara kepada wartawan pada Selasa (29/9/2026). Ia berharap masyarakat Amerika mengetahui apa yang disebutnya sebagai fakta mengenai perang dan kemudian memberikan tekanan kepada pemerintah mereka.
Langkah IRGC tersebut muncul menjelang pemilu sela AS. Namun, Mohebbi sendiri mengakui bahwa surat terbuka tersebut belum tentu mengubah sikap pemerintah Amerika.
Sementara itu, jalur diplomasi Washington-Tehran masih berlangsung. Reuters melaporkan pada 30 September bahwa Iran telah menerima respons Amerika Serikat terhadap proposal terbaru Tehran, sementara kedua pihak masih berbeda mengenai tahapan yang harus dilakukan.
Dengan demikian, isu keringanan sanksi dan pencairan aset Iran hingga kini belum menjadi kesepakatan yang terkonfirmasi. Di sisi lain, komunikasi politik Iran kepada publik Amerika menunjukkan bahwa Tehran juga berupaya memengaruhi perdebatan mengenai perang dan kebijakan Washington.
