Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Jakarta – Perubahan data pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi perhatian seiring dengan dinamika kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan bahwa pembaruan tersebut merupakan bagian dari proses untuk menjaga data tetap relevan dengan kondisi terkini.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat tidak bersifat tetap.
Perubahan dapat terjadi setiap saat sehingga data yang menjadi dasar kebijakan pemerintah juga perlu mengikuti perkembangan tersebut.
Menurut Amalia, perubahan kondisi masyarakat dapat dipengaruhi berbagai faktor. Di antaranya perubahan status pekerjaan, perubahan kondisi tempat tinggal dan aset, hingga peristiwa kelahiran, kematian, maupun bencana.
“Namanya ini data manusia tidak pernah ada menuju akurat 100 persen karena setiap saat ada orang yang meninggal, setiap saat ada orang yang lahir,” ujar Amalia saat memberikan keterangan di Jakarta, Selasa (9/9/2026).
Ia mencontohkan, seseorang yang sebelumnya memiliki pekerjaan dapat mengalami perubahan status menjadi tidak bekerja. Kondisi tersebut secara langsung dapat memengaruhi gambaran sosial ekonomi keluarga yang bersangkutan.
“Setiap saat ada orang yang berubah status yang tadinya punya pekerjaan menjadi tidak punya pekerjaan,” katanya.
Begitu pula ketika terjadi bencana. Kondisi ekonomi seseorang dapat berubah karena kehilangan rumah maupun aset yang sebelumnya dimiliki.
“Setiap saat ada bencana yang mungkin bisa mengubah status masyarakat tersebut yang tadinya punya rumah menjadi tidak punya rumah, hartanya hilang,” ujar Amalia.
Karena itu, Amalia menegaskan bahwa perubahan pada data DTSEN perlu dilihat sebagai bagian dari proses pemutakhiran.
Menurut dia, dinamika tersebut bukan berarti sistem desil mengalami persoalan, melainkan menunjukkan pentingnya pembaruan data secara berkelanjutan.
“Jadi ini tidak ada yang salah tetapi bagian dari proses ini semua yang kita jalani dan alami saat ini adalah bagian dari proses penyempurnaan data yang dimiliki oleh kita bersama,” ucapnya.
BPS Buka Ruang Pemutakhiran
Untuk meningkatkan kualitas DTSEN, pemerintah bersama BPS juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan apabila terdapat perubahan kondisi yang belum tercatat dalam data.
Amalia mengatakan, BPS berkomitmen untuk terus melakukan penyempurnaan sehingga basis data sosial dan ekonomi nasional dapat semakin menggambarkan kondisi masyarakat secara aktual.
“Kami buka seluas-luasnya pemerintah dan BPS juga terus berkomitmen untuk melakukan penyempurnaan sampai nanti kita betul-betul mendapatkan database yang betul sempurna,” kata Amalia.
Pemutakhiran secara berkelanjutan menjadi penting karena DTSEN digunakan sebagai salah satu basis informasi pemerintah dalam memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Dengan data yang terus diperbarui, perubahan kondisi masyarakat diharapkan dapat tercermin lebih baik sehingga kebijakan dan program pemerintah dapat disusun berdasarkan informasi yang semakin mutakhir.
