Dok: Istimewa.
Jakarta – Masa dinas boleh berakhir, tetapi pengabdian kepada bangsa dan negara tidak otomatis selesai. Pesan itu ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago kepada para purnawirawan TNI Angkatan Udara.
Djamari menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan silaturahmi Perhimpunan Purnawirawan TNI Angkatan Udara (PPAU) di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta.
Menurut Djamari, status sebagai purnawirawan tidak menghapus sumpah dan tanggung jawab kebangsaan yang pernah diikrarkan ketika masih menjadi prajurit.
Ia bahkan menggambarkan pengabdian seorang prajurit sebagai tugas yang tidak mengenal batas usia maupun masa kedinasan.
“Artinya, pengabdian kita kepada negara tidak ada batas berhentinya. Kita akan berhenti ketika tembakan salvo mengantar kita sampai ke liang lahat,” ujar Djamari.
Djamari menilai para purnawirawan tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan kebangsaan. Pengalaman panjang selama menjalankan tugas dinilai menjadi modal berharga untuk membaca berbagai persoalan strategis yang dihadapi Indonesia.
Terlebih, tantangan pertahanan dan keamanan saat ini terus berkembang. Ancaman terhadap negara tidak lagi semata-mata hadir dalam bentuk konvensional, tetapi juga bersinggungan dengan geopolitik, teknologi, informasi, hingga perubahan lingkungan strategis dunia.
Dalam situasi tersebut, pengalaman generasi yang pernah berada langsung dalam tugas pertahanan dan keamanan dinilai tetap relevan.
Pengalaman Purnawirawan Tetap Dibutuhkan
Djamari mengajak para purnawirawan untuk tidak berhenti mengikuti perkembangan nasional. Menurutnya, ruang pengabdian tetap terbuka melalui gagasan, komunikasi, maupun masukan berdasarkan pengalaman dan kompetensi masing-masing.
“Tentunya kita harus terus berpikir, apa yang masih bisa kita abdikan kepada bangsa. Maka itu, kita perlu ada forum seperti ini, berkomunikasi, dan terus mengikuti perkembangan apa yang terjadi di negara ini,” katanya.
Bagi Djamari, silaturahmi antara pemerintah dan purnawirawan bukan sekadar menjaga hubungan antarsesama keluarga besar TNI. Lebih dari itu, pertemuan tersebut dapat menjadi ruang bertukar pandangan mengenai persoalan bangsa.
“Kita pernah mengemban tugas kebangsaan ini sehingga pengalaman dan pemahaman kita tetap dapat memberikan manfaat,” ujarnya.
Ia pun membuka ruang komunikasi bagi para purnawirawan untuk menyampaikan pemikiran maupun masukan kepada pemerintah sesuai bidang yang dikuasai.
Djamari menilai keterlibatan tersebut semakin penting karena kompleksitas persoalan keamanan nasional membutuhkan perspektif yang luas. Perubahan geopolitik dan kemajuan teknologi membuat negara harus mampu membaca ancaman secara lebih menyeluruh.
Dalam pertemuan itu, rombongan PPAU dipimpin Marsdya TNI (Purn.) Wieko Syofyan selaku Plt. Ketua Umum PPAU. Ia didampingi Marsekal TNI (Purn.) Herman Prayitno, Marsekal TNI (Purn.) I.B. Putu Dunia, serta jajaran PPAU lainnya.
Sementara Djamari didampingi Wamenko Polkam Letjen TNI (Purn.) Lodewijk F. Paulus, Sesmenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, serta para deputi di lingkungan Kemenko Polkam.
