Anggota Komisi XIII DPR RI, Prof. Dr. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D.
Jakarta – Perkumpulan Pemimpin dan Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS) resmi dideklarasikan di Jakarta, sekaligus ditandai dengan pelantikan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Kehadiran PEMKRIS diharapkan menjadi ruang bersama bagi para pemimpin dan tokoh Kristen untuk menghadirkan gagasan serta kontribusi nyata bagi bangsa.
Prof. Dr. Yasonna H. Laoly mengatakan, PEMKRIS diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang untuk menyampaikan gagasan yang positif dan konstruktif kepada para pemimpin bangsa.
Menurutnya, keberadaan organisasi tersebut perlu diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat bagi gereja, masyarakat, dan Indonesia.
“PEMKRIS menjadi wadah kebersamaan bagi para pemimpin dan tokoh Kristen untuk menyampaikan gagasan yang positif dan konstruktif kepada para pemimpin bangsa, sekaligus menghadirkan program-program nyata bagi gereja, masyarakat, dan Indonesia,” ujar Yasonna.
Ia menegaskan, PEMKRIS merupakan gerakan lintas sektoral dan lintas suku. Karena itu, semangat persatuan harus menjadi pijakan utama dalam menjalankan setiap program dan pelayanan organisasi.
Yasonna mengingatkan agar tidak ada sekat kesukuan maupun kepentingan primordial yang dapat menghambat kebersamaan.
“Tidak boleh ada sekat kesukuan maupun kepentingan primordial,” tegasnya.
Dalam semangat persaudaraan, PEMKRIS juga didorong untuk mengambil peran dalam menjaga, mengawal, dan mengadvokasi kehidupan umat Kristen, sekaligus memberikan kontribusi terbaik bagi persatuan dan keutuhan bangsa.
Lebih jauh, gerakan tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong kemajuan Indonesia melalui gagasan, pelayanan, dan kerja nyata.
Deklarasi dan pelantikan DPP PEMKRIS pun menjadi momentum awal untuk memperkuat kebersamaan para pemimpin dan tokoh Kristen dari berbagai latar belakang.
“Kiranya setiap langkah pelayanan ini menjadi berkat bagi bangsa dan kemuliaan bagi nama Tuhan,” kata Yasonna.
Dengan semangat lintas sektoral dan lintas suku, PEMKRIS diharapkan mampu membangun kolaborasi yang lebih luas serta menghadirkan kontribusi yang konstruktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
