Ketua DPD APERSI Sulsel Yasser Latief bersama jajaran pengurus dan peserta APEX 2026 saat technical meeting di Makassar. Dok: Istimewa.
Jakarta – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan tidak ingin menjadikan APERSI Property Expo (APEX) 2026 sekadar ajang jual-beli rumah.
Di tengah pasar properti yang masih menghadapi tekanan, pameran ini diarahkan menjadi ruang untuk menggerakkan kembali ekosistem perumahan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian.
APEX 2026 akan berlangsung di Mal Panakkukang, Makassar, pada 13–16 Agustus 2026. Sebanyak 22 pengembang anggota APERSI Sulsel akan ambil bagian dengan menempati 36 stan bersama mitra perbankan dan perusahaan penyedia material bangunan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi APERSI mempertemukan berbagai unsur yang menopang industri perumahan, mulai dari pengembang, perbankan, produsen dan distributor material, hingga calon konsumen.
Ketua DPD APERSI Sulsel Yasser Latief mengatakan, target pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah tidak mungkin diwujudkan oleh satu pihak. Diperlukan kolaborasi seluruh ekosistem agar program tersebut dapat berjalan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang terlibat di dalam kegiatan APERSI ini adalah seluruh ekosistem perumahan, mulai dari developer, toko material, produsen material, perbankan, dan lainnya. Tujuannya agar target 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah bisa tercapai dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Yasser dalam technical meeting peserta APEX 2026 di Hotel Swiss-Bel Makassar, Rabu (5/8/2026).
Menurut Yasser, pemilihan Mal Panakkukang sebagai lokasi pameran juga menjadi bagian dari strategi untuk mendekatkan industri perumahan dengan masyarakat. Pusat perbelanjaan tersebut dinilai memiliki daya jangkau tinggi sehingga dapat mempertemukan pengembang dengan calon konsumen secara lebih luas.
Bagi APERSI, setiap peserta memang memiliki target bisnis masing-masing. Namun, kepentingan tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan semangat kolaborasi untuk memperkuat sektor perumahan.
“Kita ingin menyatukan persepsi seluruh pihak yang terlibat sehingga target masing-masing dapat tercapai. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan manfaat bagi semua,” ujarnya.
Momentum “Merdeka Punya Rumah”
APEX 2026 mengusung tema “Mewujudkan Merdeka Punya Rumah”. Tema tersebut menjadi pesan bahwa momentum kemerdekaan juga dapat dimaknai dengan semakin terbukanya kesempatan masyarakat untuk memiliki hunian yang layak.
Pameran tidak hanya menghadirkan berbagai pilihan rumah subsidi dan komersial. Masyarakat juga akan mendapatkan edukasi melalui talkshow mengenai proses pembelian rumah, skema pembiayaan, hingga berbagai program pemerintah di sektor perumahan.
Ketua Panitia APEX 2026 Akbar Yusuf mengatakan, pameran tahun ini digelar dengan optimisme meski industri properti nasional masih menghadapi tantangan.
Menurutnya, penjualan properti secara nasional mengalami penurunan sekitar 24 persen. Kondisi tersebut membuat panitia menetapkan target yang realistis, namun tetap optimistis APEX 2026 mampu menciptakan transaksi signifikan.
“Penjualan properti secara nasional memang sedang mengalami penurunan sekitar 24 persen. Karena itu kami tidak memasang target terlalu tinggi. Insyaallah kami menargetkan nilai transaksi sekitar Rp60 miliar, baik untuk rumah subsidi maupun komersial,” ujar Akbar.
Target tersebut akan ditopang oleh kehadiran 22 pengembang anggota APERSI Sulsel yang menawarkan beragam pilihan hunian, serta dukungan dari sektor perbankan dan industri material bangunan.
Perkuat Dukungan Program 3 Juta Rumah
APERSI Sulsel juga memastikan APEX 2026 memiliki keterkaitan erat dengan agenda pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat.
Panitia telah berkoordinasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional di sektor perumahan. Perwakilan Kementerian PKP, BP Tapera, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pemerintah Kota Makassar turut diundang dalam pembukaan pameran.
Menteri PKP juga telah menerima undangan dan diharapkan dapat hadir apabila agenda kunjungan kerjanya ke Sulawesi Selatan memungkinkan.
Rangkaian APEX 2026 turut diperkuat dengan agenda kunjungan Ketua Umum DPP APERSI Dedy Indra Setiawan ke sejumlah proyek perumahan milik anggota APERSI di Sulawesi Selatan pada 12 Agustus 2026, sehari sebelum pameran resmi dibuka.
Dengan mempertemukan pengembang, pembiayaan, industri material, pemerintah, dan masyarakat dalam satu ruang, APERSI berharap APEX 2026 dapat memberikan dampak lebih luas bagi sektor perumahan.
Bukan hanya mengejar angka transaksi Rp60 miliar, pameran ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan pasar, membuka peluang bisnis baru, sekaligus mempercepat terwujudnya akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
