Dok: Istimewa.
Jakarta – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kalimantan Selatan bersama BP Tapera dan Bank Kalsel memastikan Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Hal itu dibuktikan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi di Kabupaten Banjar yang menunjukkan seluruh rumah sampel telah dihuni oleh penerima manfaat.
Kegiatan pemantauan dilakukan di empat kawasan perumahan, yakni Perumahan Mahkota Ridilla, Tiara Permai, Bincau Permai, dan Raja Indrasari. Dari total 56 unit rumah FLPP yang menjadi sampel, seluruhnya telah ditempati, sehingga tingkat keterhunian mencapai 100 persen.
Sekretaris DPD Apersi Kalimantan Selatan, H. Fikri, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti komitmen para pengembang anggota Apersi dalam menghadirkan rumah subsidi yang tidak hanya layak huni, tetapi juga dibangun dengan memperhatikan kualitas konstruksi serta kelengkapan prasarana dan sarana pendukung.
Menurutnya, rumah subsidi harus mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sebagai hunian pertama. Karena itu, Apersi Kalimantan Selatan terus mendorong seluruh anggotanya untuk menjaga mutu pembangunan sekaligus mendukung keberhasilan Program FLPP yang dijalankan pemerintah.
“Para pengembang, khususnya yang berada di bawah naungan DPD Apersi Kalimantan Selatan, terus berupaya menghadirkan rumah subsidi yang memenuhi standar kualitas konstruksi, dilengkapi prasarana dan sarana yang memadai, serta memberikan kenyamanan bagi para penghuni,” ujar H. Fikri.
Direktur Operasi Pemanfaatan BP Tapera, Muhamad Nauval Al-Ammari, mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Bank Kalsel dan Apersi Kalimantan Selatan dalam memastikan rumah FLPP dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Ia menilai kegiatan monitoring merupakan bagian penting dari pengendalian pemanfaatan dana FLPP sekaligus upaya melakukan perbaikan program secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh penerima manfaat telah menempati rumah yang siap huni setelah akad pembiayaan. Tim juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk memperoleh masukan mengenai kualitas hunian dan manfaat Program FLPP.
Salah satu penerima manfaat, Khairuddin, mengaku Program FLPP telah membantunya memiliki rumah pertama dengan cicilan yang terjangkau. Selain itu, lokasi perumahan yang dekat dengan tempat usaha, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pasar memberikan kemudahan bagi keluarganya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Bank Kalsel juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penyaluran KPR Sejahtera FLPP secara tepat sasaran melalui kerja sama yang erat dengan BP Tapera dan Apersi Kalimantan Selatan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas penyaluran pembiayaan sekaligus memastikan setiap rumah subsidi benar-benar dihuni oleh masyarakat yang berhak.
Bagi Apersi Kalimantan Selatan, capaian tingkat keterhunian 100 persen bukan sekadar angka, melainkan indikator bahwa rumah subsidi yang dibangun telah memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ke depan, Apersi berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga pembiayaan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian yang layak, berkualitas, dan terjangkau.
