Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam pengelolaan keuangan negara. Untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut sejak 2011, BNPB berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025.
Capaian tersebut menegaskan konsistensi BNPB dalam menerapkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance, meski dihadapkan pada tantangan penanggulangan bencana yang semakin kompleks dan dinamis.
Opini WTP diserahkan langsung oleh Anggota I BPK RI, Dr. Nyoman Adhi Suryadnyana, kepada Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Auditorium Gedung BPK RI, Jakarta, Selasa (28/7).
Dalam sambutannya, Anggota I BPK menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian dan lembaga yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengelola keuangan negara secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Menurutnya, kualitas pengelolaan anggaran yang baik menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap program pemerintah dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi BNPB, raihan opini WTP bukan sekadar pengakuan atas kepatuhan terhadap standar akuntansi pemerintah. Lebih dari itu, pencapaian ini mencerminkan keberhasilan institusi dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran di tengah pelaksanaan berbagai operasi kemanusiaan, mulai dari kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi pascabencana.
Di balik setiap proses evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, pembangunan hunian sementara, hingga pemulihan wilayah terdampak bencana, terdapat pengelolaan anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan secara profesional.
Konsistensi meraih opini WTP selama 15 tahun berturut-turut menjadi bukti bahwa BNPB mampu menjalankan tugas kemanusiaannya tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Prestasi tersebut juga menjadi cerminan komitmen seluruh jajaran BNPB dalam membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, efisiensi, serta tata kelola pemerintahan yang bersih.
Ke depan, BNPB menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan akuntabilitas pelaporan. Langkah ini dilakukan agar setiap rupiah anggaran yang bersumber dari keuangan negara dapat dimanfaatkan secara optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya mereka yang terdampak bencana.
Keberhasilan mempertahankan opini WTP selama 15 tahun berturut-turut sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap BNPB sebagai lembaga yang tidak hanya sigap dalam penanggulangan bencana, tetapi juga profesional dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan negara.
Jika diinginkan, saya juga bisa Buatkan versi yang lebih bertenaga dengan gaya khas media seperti Kompas.com, detikcom, atau Antara, yang lebih menonjolkan kepemimpinan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan nilai strategis capaian WTP tersebut.
