Dok: Istimewa.
Jakarta – Krisis air bersih kembali menghantui warga Kampung Cerocoh, Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, saat musim kemarau melanda. Berada di kawasan pesisir, sebagian besar sumber air tanah di desa tersebut terasa asin akibat intrusi air laut sehingga tidak layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Merespons kondisi tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian (C3) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menyalurkan 6.000 liter air bersih kepada 245 kepala keluarga di Kampung Cerocoh. Bantuan ini menjadi bentuk respons cepat pemerintah untuk membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.
Bagi warga Desa Domas, air bersih bukanlah sesuatu yang mudah didapat. Saat kemarau tiba, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air demi memenuhi kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya. Sementara untuk air minum, sebagian besar warga masih harus membeli air galon.
Fauzi, staf keamanan Desa Domas, mengatakan kondisi tersebut sudah menjadi persoalan yang dialami masyarakat setiap musim kemarau.
“Di sini dekat laut, jadi air tanah rasanya asin. Walaupun sumur sudah dibor cukup dalam, tetap belum bisa dimanfaatkan. Selama kemarau warga harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan dari Kementerian PU melalui BBWS C3 ini baru pertama kami terima lagi pada musim kemarau tahun ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketika hujan turun warga langsung memanfaatkan kesempatan untuk menampung air hujan sebagai cadangan.
“Kalau hujan, warga berbondong-bondong menampung air. Tapi begitu persediaan habis dan hujan tidak turun lagi, kami kembali membeli air,” kata Fauzi.
Rasa syukur juga disampaikan Alifa, salah seorang warga Desa Domas. Menurutnya, bantuan air bersih tersebut sangat membantu masyarakat yang selama ini harus berjuang mendapatkan air layak pakai.
“Terima kasih kepada Kementerian PU yang sudah memberikan kami air bersih. Warga senang semuanya. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Alifa.
Kondisi yang dialami Desa Domas menjadi gambaran nyata tantangan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Intrusi air laut menyebabkan kualitas air tanah menurun sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Saat musim kemarau, debit air tawar semakin berkurang dan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih meningkat.
Karena itu, distribusi air bersih menjadi langkah darurat yang sangat penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Namun, penanganan jangka panjang juga diperlukan melalui pengembangan sistem penyediaan air bersih, konservasi sumber daya air, pemanfaatan air hujan, hingga pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan.
BBWS C3 mengimbau masyarakat yang mengalami atau mengetahui adanya krisis air bersih akibat kekeringan agar segera melaporkan kondisi tersebut melalui Hotline Satgas Kekeringan BBWS C3 di nomor 0878-9610-1604. Laporan dari masyarakat akan menjadi dasar percepatan penyaluran bantuan sehingga kebutuhan air bersih dapat segera ditangani.
Penyaluran 6.000 liter air bersih kepada warga Kampung Cerocoh menjadi bukti hadirnya pemerintah di tengah masyarakat saat menghadapi dampak kekeringan. Di tengah keterbatasan akses air bersih, respons cepat BBWS C3 Kementerian PU tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga memberikan harapan bahwa persoalan air bersih tidak dihadapi masyarakat seorang diri.
