Ketua Umum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo bersama Menteri PKP Maruarar Sirait membahas langkah kolaborasi HIPMI dalam mendukung percepatan program perumahan nasional. Dok: HF.
Jakarta – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Ade Jona Prasetyo menyatakan kesiapan HIPMI untuk bersinergi dan mengambil peran dalam mendukung program perumahan nasional yang dijalankan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di bawah kepemimpinan Menteri PKP Maruarar Sirait.
Komitmen tersebut disampaikan Ade Jona usai melakukan pertemuan dengan Menteri PKP Maruarar Sirait di Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas peluang kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha muda dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat, mulai dari program rumah subsidi, pembangunan rumah susun (rusun), hingga penguatan sektor usaha melalui KUR Perumahan.
Dalam pertemuan itu, Menteri PKP Maruarar Sirait mengajak HIPMI untuk ikut berpartisipasi dalam program perumahan pemerintah dengan melibatkan para pengusaha muda yang bergerak di berbagai sektor terkait.
“Untuk Ketum HIPMI kita akan tindak lanjuti pengusaha-pengusaha muda di HIPMI untuk bisa bertemu dengan kami, bisa berpartisipasi misalnya dalam program rumah subsidi,” ujar Maruarar.
Menurut Maruarar, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perumahan nasional. Terlebih, pemerintah meningkatkan target rumah subsidi dari sebelumnya 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit.
Selain rumah subsidi tapak, pemerintah juga akan memperluas pembangunan rumah susun sebagai salah satu solusi pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan.
“Kita akan prioritaskan juga ke depan selain rumah subsidi tapak adalah rusun-rusun. Ini akan bagus untuk menggerakkan pengusaha-pengusaha muda kita untuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bidang perumahan,” kata Menteri PKP.
Menanggapi hal tersebut, Ade Jona Prasetyo menyambut baik ruang kolaborasi yang diberikan Kementerian PKP. Ia menegaskan HIPMI siap mendukung program pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat.
“Hari ini saya diterima oleh Pak Menteri, berkolaborasi sebagai anggota DPR RI dari Dapil Sumatera Utara dan sekaligus Ketua Umum BPP HIPMI. Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Perumahan untuk membantu program Pak Menteri dan Bapak Presiden Prabowo ke depannya,” ujar Ade Jona.
Ade Jona menjelaskan, HIPMI memiliki jaringan organisasi yang kuat hingga daerah dengan 38 Badan Pengurus Daerah (BPD) dan 514 Badan Pengurus Cabang (BPC) di seluruh Indonesia.
Kekuatan jaringan tersebut dinilai dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan dan mendorong pelaksanaan program perumahan.
“HIPMI itu ada 38 BPD, 514 BPC di setiap kabupaten/kota ada HIPMI sampai ke daerah. Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Perumahan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ade Jona juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi perumahan di daerah pemilihannya, yakni Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi, Sumatera Utara.
Ia mengungkapkan masih terdapat tantangan terkait rumah tidak layak huni dan kawasan kumuh yang membutuhkan perhatian pemerintah. Menteri PKP pun memastikan berbagai masukan tersebut akan dipelajari dan ditindaklanjuti.
Selain program rumah subsidi dan bedah rumah, pertemuan tersebut turut membahas peluang bagi anggota HIPMI untuk memanfaatkan program KUR Perumahan. Menteri PKP menjelaskan pemerintah telah meningkatkan kuota KUR Perumahan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun.
Program tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi pengusaha muda yang bergerak di sektor kontraktor, developer, toko bangunan, maupun usaha pendukung lainnya.
“Ini untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan melahirkan kelas menengah baru melalui sektor perumahan,” ujar Maruarar.
Sinergi antara Kementerian PKP dan HIPMI diharapkan mampu memperkuat keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan perumahan nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peran aktif pengusaha muda Indonesia.
