Menteri usaha mikro kecil dan menengah, Maman Abdurrahman. Dok: Istimewa.
Jakarta – Unjuk prestasi dicatat oleh program Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2025; hingga Oktober, realisasi telah mencapai sekitar Rp 217,2 triliun, dengan porsi signifikan mengalir ke sektor produksi.
Sekretaris Kementerian UMKM menyebut bahwa porsi sektor produksi telah mencapai lebih dari 60% dari total penyaluran, menandai perubahan strategi dari fokus jasa/perdagangan ke produksi yang memberi nilai tambah.
Maman Abdurrahman menekankan bahwa UMKM sektor produksi seperti manufaktur ringan, pengolahan pangan, dan agrikultur pengkajian berhasil mendapatkan pembiayaan yang lebih memadai.
Peningkatan akses pembiayaan ini diharapkan memperkuat daya saing UMKM, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Tantangan seperti literasi keuangan, legalitas usaha, dan penyerapan teknologi tetap menjadi fokus pembinaan ke depan.
