Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Dr. Seto Apriyadi, S.ST., M.H. Dok: HF
Jakarta – Di tengah pesatnya perkembangan Kota Tangerang Selatan sebagai salah satu kota penyangga ibu kota, kebutuhan masyarakat akan pelayanan pertanahan yang cepat, mudah, transparan, dan memberikan kepastian hukum terus meningkat.
Tantangan itu dijawab dengan pendekatan yang sederhana namun bermakna oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Dr. Seto Apriyadi, S.ST., M.H. Baginya, pelayanan publik bukan sekadar menyelesaikan berkas administrasi, tetapi menghadirkan negara yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Saat ditemui HaloFakta.com di ruang kerjanya, Rabu (22/7/2026), Seto tampil ramah, komunikatif, dan bersahaja. Di balik sikap humanis itu, tersimpan komitmen kuat untuk membangun birokrasi yang profesional, bersih, sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Baginya, kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
Berbekal pengalaman memimpin di berbagai satuan kerja ATR/BPN serta latar belakang akademik yang kuat, Seto Apriyadi membawa semangat pembaruan di Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan.
Doktor lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu dikenal memiliki perhatian besar terhadap modernisasi layanan pertanahan, mulai dari digitalisasi, penguatan integritas aparatur, hingga mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui berbagai inovasi.
Menurutnya, arah pelayanan Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan sejalan dengan visi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang mengedepankan integritas, pelayanan publik berkualitas, kepastian hukum, dan kemudahan layanan.
“Kami ingin masyarakat memperoleh kemudahan dalam pelayanan pertanahan. Sesederhana itu. Yang penting masyarakat puas, pelayanan berjalan dengan integritas, dan kepastian hukum benar-benar dirasakan,” ujarnya.
Transformasi Digital Menghadirkan Kepastian Hukum
Bagi Seto, transformasi digital bukan sekadar perubahan sistem kerja, melainkan langkah besar untuk menghadirkan pelayanan pertanahan yang lebih aman, cepat, dan terpercaya. Salah satu tonggaknya adalah implementasi sertifikat elektronik yang kini menjadi wajah baru pelayanan ATR/BPN.
Melalui aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat dapat mengakses dokumen pertanahannya secara mandiri, memantau status layanan, hingga memastikan data kepemilikan tersimpan dengan aman dalam akun pribadi. Sistem ini sekaligus memperkuat validitas data dan meminimalkan potensi tumpang tindih bidang tanah.
“Transformasi digital memberikan kemudahan sekaligus kepastian. Data pertanahan menjadi lebih valid dan meminimalkan potensi tumpang tindih bidang tanah,” jelasnya.
Menurutnya, sertifikat elektronik bukan hanya memberikan rasa aman karena tersimpan secara digital, tetapi juga mempersempit ruang bagi pemalsuan dokumen serta memperkuat perlindungan hak masyarakat atas tanah.
Integritas Menjadi Pondasi Utama
Kemajuan teknologi, kata Seto, harus diimbangi dengan integritas aparatur. Sebab, pelayanan yang baik lahir dari sumber daya manusia yang profesional, kompeten, dan berkomitmen melayani masyarakat.
Karena itu, penguatan integritas pegawai menjadi salah satu fokus utama yang terus dibangun di lingkungan Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan. Seluruh pelayanan dilaksanakan sesuai standar operasional dengan kepastian waktu, biaya, dan prosedur yang jelas.
“Yang pertama harus dijaga adalah internal kami. SDM yang berintegritas, kompeten, dan memahami tugasnya akan menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai penyimpangan,” tegasnya.
Baginya, birokrasi yang bersih bukan hanya menjadi tuntutan institusi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang adil dan transparan.
Membangun SDM yang Terus Bertumbuh
Sejak dipercaya memimpin Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Seto melakukan penataan organisasi sekaligus memperkuat kapasitas pegawai melalui berbagai pelatihan yang disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing.
Petugas loket, pengukuran, hingga setiap seksi pelayanan terus didorong meningkatkan kompetensi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Ia meyakini birokrasi modern tidak cukup hanya memiliki teknologi canggih, tetapi juga membutuhkan aparatur yang terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan mampu memberikan pelayanan terbaik.
Pelayanan yang Mendekat, Bukan Menunggu
Sebagai kota metropolitan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, Tangerang Selatan membutuhkan pola pelayanan yang lebih fleksibel. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan terus menghadirkan inovasi yang memudahkan masyarakat mengakses layanan tanpa harus selalu datang ke kantor.
Salah satunya adalah Sultan Tangsel, layanan konsultasi pertanahan berbasis video conference yang memungkinkan masyarakat berkonsultasi langsung dengan petugas dari mana saja. Menariknya, layanan ini tidak hanya dimanfaatkan warga Tangerang Selatan, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, terdapat Spirit Tangsel, layanan mobil keliling yang kini hadir menyambangi kelurahan-kelurahan untuk memberikan tujuh layanan prioritas pertanahan secara langsung kepada masyarakat. Inovasi ini memangkas jarak, waktu, dan biaya sehingga pelayanan menjadi lebih mudah dijangkau.
Pelataran, Hadir untuk Masyarakat yang Sibuk
Komitmen mendekatkan pelayanan juga diwujudkan melalui program Pelataran (Pelayanan Pertanahan Akhir Pekan) yang dibuka setiap hari Sabtu pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Program ini dirancang khusus bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu mengurus administrasi pertanahan pada hari kerja. Antusiasme masyarakat pun cukup tinggi, dengan rata-rata 30 hingga 40 pemohon memanfaatkan layanan tersebut setiap pekan.
Bagi Seto, pelayanan publik harus mampu mengikuti ritme kehidupan masyarakat modern. Negara tidak boleh menjadi pihak yang menyulitkan, tetapi harus hadir memberikan solusi.
Perang Melawan Calo Dimulai dari Pelayanan yang Mudah
Selain membangun inovasi, Seto juga menaruh perhatian besar pada upaya pemberantasan praktik percaloan dalam pelayanan pertanahan.
Menurutnya, pelayanan yang cepat, transparan, dan mudah diakses merupakan cara paling efektif mempersempit ruang gerak calo. Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurus sendiri keperluan pertanahannya melalui jalur resmi.
“Kalau ingin bertanya atau berkonsultasi, datang saja ke kantor atau manfaatkan layanan kami. Kami siap membantu. Tidak perlu melalui calo,” pesannya.
Ingin Dikenang karena Memudahkan
Di penghujung wawancara, Seto mengungkapkan harapan sederhana tentang kepemimpinannya. Ia tidak ingin dikenang karena jabatan ataupun inovasi yang telah dibuat. Yang lebih penting baginya adalah meninggalkan jejak pelayanan yang memudahkan masyarakat.
“Saya ingin menjadi pemimpin yang humanis kepada masyarakat maupun kepada seluruh pegawai. Saya berharap masyarakat mengenang kami karena memberikan kemudahan, bukan karena mempersulit pelayanan,” tuturnya.
Di balik berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Seto Apriyadi percaya bahwa pelayanan pertanahan bukan hanya soal menerbitkan sertifikat. Lebih dari itu, pelayanan adalah tentang menghadirkan kepastian hukum, membangun kepercayaan publik, dan memastikan setiap warga negara memperoleh haknya secara mudah, cepat, dan bermartabat.
Dengan fondasi integritas dan inovasi, ia ingin Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan terus tumbuh sebagai institusi yang modern, profesional, serta semakin dekat dengan masyarakat.
