Dok: Istimewa.
Jakarta – Direktorat Jenderal (Ditjen) Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) resmi memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlaku selama lima tahun.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pengembangan keilmuan, serta penyelenggaraan penataan ruang di Indonesia.
Penandatanganan PKS yang berlangsung pada Jumat (10/7/2026) dilakukan oleh Ketua ASPI, Holi Bina Wijaya, dan Direktur Jenderal Tata Ruang yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang, Reny Windyawati.
Dalam sambutannya, Reny Windyawati menjelaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup lima ruang lingkup utama, yakni pembinaan teknis dan pendampingan penyusunan perencanaan serta pemanfaatan tata ruang, dukungan kendali mutu dan penyediaan tenaga ahli profesional, pengembangan penelitian dan keilmuan tata ruang, dukungan teknis dalam penilaian kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang tata ruang, serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penataan ruang.
“ASPI sebagai wadah akademisi perencanaan tata ruang diharapkan dapat berkontribusi menghasilkan insan-insan perencana yang kompeten dan inovatif, guna menjawab isu dan dinamika pembangunan tata ruang di Indonesia,” ujar Reny Windyawati.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam menghadirkan kebijakan penataan ruang yang adaptif, berbasis ilmu pengetahuan, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di berbagai daerah.
Sementara itu, Ketua ASPI, Holi Bina Wijaya, menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus berlanjut serta memberikan dampak nyata bagi penyelenggaraan penataan ruang di Indonesia.
“Dengan anggota yang tersebar dari Aceh hingga Papua, ASPI berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut secara berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan penataan ruang,” kata Holi.
Melalui kerja sama ini, Ditjen Tata Ruang dan ASPI diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam menghasilkan perencana tata ruang yang profesional, meningkatkan kualitas kajian dan penelitian, serta memperluas edukasi kepada masyarakat demi terwujudnya penataan ruang nasional yang berkelanjutan.
