Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, Komjen Pol. Karyoto, S.I.K., M.H., memimpin Upacara Tabur Bunga di Laut di perairan Teluk Jakarta dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Dok: Istimewa.
Jakarta – Hamparan laut di Teluk Jakarta menjadi saksi heningnya penghormatan bagi mereka yang telah mengabdikan hidupnya untuk bangsa. Di atas geladak Kapal Polisi KP Bisma-8001 milik Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, bunga-bunga ditaburkan ke laut sebagai simbol cinta, doa, dan penghormatan kepada para pahlawan serta anggota Polri yang gugur dalam menjalankan tugas.
Upacara Tabur Bunga di Laut tersebut dipimpin oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol. Karyoto, S.I.K., M.H., selaku inspektur upacara, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Prosesi yang berlangsung khidmat itu bukan sekadar seremoni tahunan. Setiap bunga yang jatuh ke permukaan laut menjadi pengingat bahwa di balik keamanan yang dirasakan masyarakat hari ini, terdapat pengorbanan para Bhayangkara yang rela mempertaruhkan bahkan menyerahkan nyawanya demi menjaga keamanan, keselamatan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam suasana penuh penghormatan, seluruh peserta upacara menundukkan kepala, mengenang jasa para pahlawan yang telah mendahului. Semangat pengabdian mereka diyakini akan terus hidup dan menjadi teladan bagi setiap insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Melalui Upacara Tabur Bunga di Laut ini, Polri menegaskan bahwa jasa para anggota yang gugur tidak akan pernah dilupakan. Nilai-nilai pengabdian, keberanian, dan keikhlasan yang mereka wariskan akan terus menjadi pijakan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pun menjadi momentum untuk tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga memperkuat komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan terus hadir di tengah masyarakat dengan semangat pengabdian yang tulus.
