Kepala Badan Gizi Nasional Dr. Ir. Dadan Hindayana. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai tawaran bisnis yang mengatasnamakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mudah percaya terhadap pihak-pihak yang meminta sejumlah uang dengan dalih keterlibatan dalam program tersebut.
Dadan mengatakan, pihaknya menerima laporan terkait maraknya penipuan yang memanfaatkan nama program prioritas pemerintah tersebut. Para pelaku biasanya menawarkan kesempatan bisnis dengan iming-iming keuntungan besar, namun meminta biaya tertentu dari masyarakat.
โUntuk masyarakat agar selalu cermat dan hati-hati dengan berbagai tawaran bisnis apapun, termasuk tawaran terlibat dalam Program MBG,โ kata Dadan saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/3).
Menurutnya, jika ditemukan pihak yang secara jelas melakukan penipuan dengan mengatasnamakan program tersebut, maka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
โJika orangnya kenal dengan alamat jelas, diproses sesuai prosedur. Jika jelas penipuan, dilaporkan secara hukum,โ ujarnya menegaskan.
Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional terus memantau berbagai laporan yang masuk dari masyarakat terkait dugaan penipuan tersebut. Ia menilai penting bagi masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran informasi sebelum terlibat dalam tawaran bisnis yang berkaitan dengan program pemerintah.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, mengungkapkan bahwa salah satu modus yang ditemukan adalah praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang dilakukan oleh oknum tertentu.
Menurut Sony, saat ini sistem pendaftaran untuk titik tersebut sudah ditutup. Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai pihak-pihak yang mengaku masih bisa membuka akses pendaftaran dengan meminta biaya.
โSekarang sistemnya sudah ditutup. Jadi waspadai orang-orang yang mengatakan masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung,โ ujarnya.
Sony mengaku pernah menerima informasi mengenai praktik jual beli titik SPPG dengan nilai hingga ratusan juta rupiah. Ia menegaskan bahwa tindakan semacam itu merupakan bentuk penyalahgunaan program pemerintah yang tidak dapat dibenarkan.
Untuk itu, masyarakat yang menemukan tawaran serupa diminta segera melaporkannya kepada Badan Gizi Nasional. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Sentra Aduan Gizi Interaktif (SAGI) melalui call center 127, yang disediakan sebagai kanal pengaduan masyarakat terkait Program MBG.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan, kritik, maupun saran guna meningkatkan kualitas serta tata kelola program pemenuhan gizi nasional.
Kasus terbaru dugaan penipuan yang mengatasnamakan Program MBG diketahui terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi. Seorang perempuan diduga menawarkan peluang membuka dapur SPPG dengan janji keuntungan berlipat ganda.
Sejumlah korban dilaporkan telah menyetorkan uang hingga puluhan juta rupiah kepada pelaku. Modus yang digunakan adalah menawarkan kesempatan investasi dalam pembukaan dapur MBG yang disebut-sebut akan memberikan keuntungan besar.
Menanggapi hal tersebut, Dadan menegaskan bahwa program MBG merupakan program pemerintah yang dijalankan dengan mekanisme resmi dan transparan. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran yang tidak jelas sumbernya.
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci penting untuk mencegah semakin banyaknya korban penipuan yang memanfaatkan nama program pemerintah.
โProgram ini dibuat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, bukan untuk dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,โ kata Dadan.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta dukungan pelaporan yang cepat, Badan Gizi Nasional berharap berbagai praktik penipuan yang mengatasnamakan Program Makan Bergizi Gratis dapat segera dihentikan.
