Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meresmikan secara simbolis Hunian Sementara (Huntara) di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto meresmikan hunian sementara (huntara) bagi warga Desa Tandihat yang terdampak bencana banjir dan longsor (bansor) akhir November 2025 lalu.
Peresmian huntara tersebut dilakukan di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Kamis (5/2).
Sebanyak 186 kepala keluarga atau 542 jiwa yang rumahnya rusak berat hingga hanyut kini menempati huntara yang dibangun oleh Danantara. Huntara tersebut terdiri atas 10 blok dengan total 200 kamar dan telah dihuni warga selama sekitar satu pekan terakhir.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNPB mendampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melakukan pengguntingan pita sebagai tanda serah terima huntara kepada warga terdampak.
Suharyanto menegaskan, penyediaan huntara merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan para penyintas memiliki tempat tinggal yang layak sembari menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).
“Pemerintah pusat berkomitmen memastikan masyarakat terdampak bencana tidak berlama-lama tinggal di pengungsian. Huntara ini menjadi jembatan menuju pemulihan dan pembangunan hunian tetap,” ujar Suharyanto.
