Direktur Jenderal Tata Ruang, Suyus Windayana. Dok: Istimewa.
Jakarta – Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Suyus Windayana, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat integrasi antara perencanaan tata ruang dan sistem transportasi melalui pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) di Kawasan Metropolitan Jabodetabek–Punjur.
Komitmen tersebut disampaikan Suyus dalam pertemuan dengan delegasi Pemerintah Jepang yang terdiri atas Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT), JICA, Nippon Koei, serta Japan Transportation Planning Association, yang digelar di Ruang Prambanan, Gedung Direktorat Jenderal Tata Ruang, Rabu (26/01/26).
Menurut Suyus, TOD merupakan instrumen strategis dalam membangun struktur ruang kawasan metropolitan yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, khususnya di wilayah dengan tingkat urbanisasi dan mobilitas yang tinggi seperti Jabodetabek–Punjur.
“Integrasi antara tata ruang dan sistem transportasi publik menjadi kunci dalam mengelola pertumbuhan kawasan metropolitan Jabodetabek–Punjur yang sangat dinamis,” ujar Suyus Windayana.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan TOD di Indonesia telah memiliki dasar regulasi yang kuat melalui Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 16 Tahun 2017. Regulasi tersebut mengatur prinsip pengembangan TOD, penentuan lokasi, serta pengaturan fungsi pemanfaatan ruang di sekitar simpul transportasi umum massal.
Dengan landasan kebijakan yang jelas dan dukungan kerja sama internasional, Dirjen Tata Ruang optimistis pengembangan TOD akan mampu meningkatkan kualitas ruang perkotaan sekaligus mendorong peralihan masyarakat ke transportasi publik.
