Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengunjungi Komunitas Lakoat Kujawas di Desa Taiftob, Kecamatan Molo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Dok: Istimewa.
Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kekuatan ekonomi daerah tidak harus bertumpu pada pola modern yang seragam, melainkan bisa tumbuh dari budaya, pangan, dan pengetahuan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Pesan tersebut ia sampaikan saat mengunjungi Komunitas Lakoat Kujawas di Desa Taiftob, Kecamatan Molo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Senin (5/1/2026). Kunjungan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan komunitas akar rumput yang selama hampir satu dekade mengembangkan kewirausahaan sosial berbasis budaya.
Disambut dengan ritual adat setempat, Gubernur Melki meninjau langsung berbagai ruang aktivitas komunitas, mulai dari rumah residensi, laboratorium pangan, hingga perpustakaan yang menjadi pusat pengarsipan pengetahuan lokal.
โDi sini saya melihat bagaimana budaya dan pangan lokal tidak hanya dirawat, tapi juga diolah menjadi kekuatan ekonomi dan pendidikan. Ini bukan sekadar komunitas, tapi model pemberdayaan yang nyata,โ kata Melki.
Ia menilai praktik yang dijalankan Lakoat Kujawas layak diperluas ke wilayah lain di NTT, dengan tetap menghormati karakter dan potensi lokal masing-masing daerah. Pemerintah Provinsi NTT, kata Melki, siap membuka ruang kolaborasi agar inisiatif serupa dapat tumbuh dari desa-desa lain.
Menurutnya, penguatan ekonomi berbasis budaya penting agar masyarakat tidak tercerabut dari identitasnya sendiri. โKita ingin masyarakat berdaya dengan caranya sendiri, tidak harus mengejar modernitas yang belum tentu sesuai dengan konteks lokal,โ ujarnya.
Pendiri Lakoat Kujawas, Dicky Senda, menjelaskan bahwa komunitas ini berangkat dari upaya mendokumentasikan pengetahuan lokal yang kerap terpinggirkan. Anak-anak dan remaja dilibatkan aktif dalam berbagai kegiatan kreatif, mulai dari menulis, memotret lingkungan, hingga memproduksi film dokumenter tentang kampung mereka.
Keterlibatan tersebut memberi ruang belajar yang luas bagi generasi muda. Beberapa anggota komunitas bahkan pernah memamerkan arsip karya mereka di tingkat nasional, sebuah pengalaman yang membuka wawasan sekaligus membangun rasa percaya diri.
Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Melki turut membeli buku-buku karya anak-anak komunitas. Ia menyebut langkah kecil seperti itu penting untuk menumbuhkan ekosistem literasi dan kreativitas di daerah.
Usai dari Desa Taiftob, Gubernur Melki melanjutkan agenda meninjau pembangunan Sekolah Unggulan Garuda di Kelurahan Karang Sirih, Kota Soe. Sekolah tersebut merupakan bagian dari program strategis nasional yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di NTT dan ditargetkan rampung dalam 240 hari.
Melki menegaskan, pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan dan penguatan ekonomi berbasis budaya harus berjalan beriringan agar NTT tumbuh secara berkelanjutan.
