Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat mengunjungi SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, turun langsung menyambangi SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, untuk memastikan kondisi guru dan siswa pasca insiden kecelakaan mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menggemparkan publik pada Desember 2025 lalu.
Kunjungan tersebut dilakukan bertepatan dengan satu tahun pelaksanaan program MBG yang diluncurkan pada 15 Agustus 2025. Bagi Dadan, kehadirannya di sekolah itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab dan empati negara terhadap para korban.
“Motivasi saya datang ke sini adalah untuk bertemu langsung dengan guru dan anak-anak yang menjadi korban. Bahkan ada guru yang seharusnya masih istirahat, tapi memilih kembali ke sekolah karena lebih bahagia berada di tengah murid-muridnya. Ini luar biasa,” ujar Dadan di sela kunjungan.
Ia mengungkapkan, dari total 22 korban tabrakan, 20 orang sudah kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar, sementara dua siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif dan rawat jalan. BGN, kata Dadan, memberikan perhatian khusus dengan memantau kondisi keduanya setiap hari.
“Dua siswa ini masih kami pantau secara ketat. Hak-hak mereka tetap kami penuhi, termasuk pendampingan kesehatan dan psikologis,” tegasnya.
Dadan juga menekankan bahwa pemulihan trauma menjadi fokus utama pascakejadian. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari perubahan visual lingkungan sekolah hingga pendampingan psikososial yang melibatkan aparat kepolisian dan tim terkait.
“Lapangan sekolah yang sebelumnya tidak berwarna biru kini dicat ulang. Ini bagian dari upaya menghilangkan trauma anak-anak. Pendampingan terus berjalan agar mereka kembali merasa aman dan nyaman,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Dadan turut menyampaikan bahwa perhatian terhadap korban tidak hanya datang dari BGN, tetapi juga langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden sebelumnya menjenguk guru dan siswa yang dirawat di RS Koja, didampingi Dadan Hindayana.
“Presiden memberikan empati, menyapa langsung para korban, menanyakan kondisi mereka, bahkan sampai makanan kesukaan. Untuk guru, beliau menyampaikan apresiasi atas dedikasi. Untuk siswa, Presiden berpesan agar tetap semangat dan rajin belajar,” ungkap Dadan.
Kunjungan Kepala BGN ini menegaskan komitmen pemerintah bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga pada keselamatan, perlindungan, dan kesejahteraan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
