Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena (kiri). Dok: Istimewa.
Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa pembangunan daerah ke depan harus dijalankan secara kolaboratif dan berkelanjutan, dengan fokus utama pada penguatan ekonomi rakyat dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat berdialog bersama insan media dalam kegiatan Coffee Morning di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (19/12/2025).
Dalam kesempatan itu, ia menyebut tahun 2025 sebagai fase penting untuk meletakkan dasar transformasi pembangunan melalui sepuluh Program Dasa Cita bertajuk “Ayo Bangun NTT”.
“Fondasi transformasi sudah mulai terbentuk. Hasilnya memang belum sempurna, tapi arahnya jelas dan harus terus dilanjutkan secara konsisten,” ujar Melki.
Salah satu pilar utama transformasi tersebut adalah penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Melalui program One Village One Product (OVOP), Pemerintah Provinsi NTT mendorong UMKM agar tidak hanya memproduksi, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah produknya.
Hingga akhir 2025, tercatat ratusan pelaku UMKM telah mendapat pendampingan, khususnya pada produk pangan olahan, herbal, kriya, dan tenun ikat. Dukungan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, perizinan, hingga akses pasar melalui berbagai platform promosi daerah.
“Yang kita dorong bukan sekadar produksi, tetapi hilirisasi agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Gubernur.
Di sektor pertanian dan ketahanan pangan, Pemprov NTT juga mengembangkan berbagai inisiatif seperti Pasar Tani, Pekarangan Pangan Lestari, serta penguatan inkubator bisnis. Program ini turut menyasar pengembangan ekonomi kreatif, dengan pelatihan yang melibatkan pemuda dan perempuan di berbagai daerah.
Upaya pembangunan tersebut berjalan beriringan dengan penguatan isu sosial, termasuk pencegahan penyalahgunaan narkoba, perdagangan orang, serta perlindungan perempuan dan anak.
Baca juga: JKJT dan MDI Dorong Penguatan BNPB sebagai Satu-satunya Komando Nasional Bencana
Sementara itu, sektor pariwisata tetap menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Berbagai agenda berskala nasional dan internasional digelar sepanjang 2025, yang berdampak langsung terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi UMKM lokal.
Gubernur Melki juga menyoroti capaian di bidang perlindungan sosial dan kesehatan, di antaranya perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan serta penurunan angka stunting di NTT. Menurutnya, penanganan kemiskinan dan stunting harus dilakukan secara terpadu dan lintas sektor.
Menutup pertemuan, Gubernur menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum evaluasi terbuka terhadap pelaksanaan Dasa Cita dan program nasional di NTT. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk terus mengawal jalannya pembangunan.
“Ayo Bangun NTT bukan slogan pemerintah semata, tetapi gerakan bersama untuk masa depan daerah,” pungkasnya.
