Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini menjadi salah satu lokomotif baru penciptaan lapangan kerja di sektor pangan. Pernyataan itu ia sampaikan usai menghadiri Rapat Pimpinan Nasional Kadin Indonesia di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Dadan menyebut, hingga saat ini terdapat 16.503 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia. Keberadaan satuan tersebut menggerakkan lebih dari 700 ribu relawan yang terlibat langsung dalam layanan penyediaan pangan bergizi.
Baca juga: BNPB Menggerakkan Barisan Relawan, Respon Kemanusiaan di Sumatra Terus Menguat
Selain itu, setiap unit SPPG membutuhkan sedikitnya 15 pemasok. Dengan asumsi satu pemasok mempekerjakan 2 hingga 15 pekerja, total tenaga kerja yang terserap diperkirakan menembus 1,5 juta orang.
“Skala ekonominya sangat besar. Kadin sebagai rumah para pengusaha, khususnya sektor food & beverage, telah menjadi fondasi sejak awal pengoperasian SPPG. Keterlibatan mereka menciptakan simbiosis yang saling menguntungkan,” ujar Dadan.
Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir banyak pelaku usaha F&B seperti restoran, kafe, dan katering mengalami tekanan akibat melemahnya permintaan.
Baca juga: Bentuk Syukur Dapat Umroh dari PNM, Tangis Haru Nasabah PNM Mekaar di Sujud Pertama
Program makan bergizi justru hadir sebagai ruang pemulihan bagi sektor tersebut. Menurutnya, profesionalisme anggota Kadin membantu menopang pasokan makanan bergizi, sekaligus memberi peluang bagi para pengusaha untuk kembali menghidupkan bisnis.
Hingga kini sebanyak 500 anggota Kadin tercatat menjadi pemilik atau mitra SPPG. Dadan menyebut mereka sebagai “pejuang merah putih” karena ikut mempercepat perluasan layanan makan bergizi di seluruh daerah.
Dadan juga menyoroti tantangan pemenuhan rantai pasok yang kian meningkat seiring melonjaknya kebutuhan. Ia menegaskan pentingnya penguatan logistik untuk memastikan layanan tetap stabil.
Baca juga: KPK Periksa 80 Saksi Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD yang Menjerat Bupati Ponorogo
Di sisi lain, SPPG turut mengambil peran dalam situasi darurat. Saat bencana melanda Cikarang, Semeru di Lumajang, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, satuan SPPG bergerak cepat menyediakan bantuan pangan bagi pengungsi. Saat ini terdapat 286 SPPG yang bertugas di wilayah terdampak, terdiri dari 55 unit di Aceh, 173 unit di Sumatera Utara, dan 66 unit di Sumatera Barat.
Begitu menerima laporan darurat, para pengelola SPPG langsung meminta izin untuk turun melayani para penyintas. “Saya sampaikan, lanjutkan. Alhamdulillah, mereka hadir meringankan beban para pengungsi,” kata Dadan.
Ia menegaskan respons cepat SPPG merupakan bukti kehadiran negara melalui Badan Gizi Nasional. “Mereka menjadi simbol pemerintah di titik-titik bencana,” tutupnya.
