Tangkapan layar video “Purbaya Bale-Bale”, lagu reggae timur bernuansa pantai yang lahir sebagai simbol cinta rakyat. Dok: Istimewa.
Jakarta – Dari ufuk timur Indonesia, sebuah karya musik baru mengalun pelan namun membawa gema luas, “Purbaya Bale-Bale.” Lagu reggae bernuansa pantai ini lahir dari kreativitas masyarakat, terinspirasi oleh semangat dan kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan baru Republik Indonesia.
Meski bukan karya resmi pemerintah, lagu ini dengan cepat menjelma menjadi simbol cinta rakyat dan gambaran harapan yang menyejukkan.
Baca juga: Dorong Swasembada Pangan, ATR/BPN Percepat Revisi RTRW di Ratusan Daerah
Dengan ritme reggae khas Ambon Papua, “Purbaya Bale-Bale” menghadirkan kehangatan yang akrab. Petikan gitar yang ringan, hentakan conga yang luwes, serta harmoni paduan suara rakyat berpadu menjadi energi baru. Musiknya mengalir seperti debur ombak yang menepuk pasir lembut, jujur, dan penuh optimisme.
Bagi banyak warga timur, bale-bale adalah ruang persinggahan: tempat berbagi cerita, tempat menaruh mimpi, tempat menukar doa.
Lagu ini seakan membawa semua itu ke udara, menyampaikan pesan bahwa kerja keras seorang pemimpin bisa menjelma menjadi irama yang menyatukan bangsa dari timur hingga barat.
Baca juga: Dorong Swasembada Pangan, ATR/BPN Percepat Revisi RTRW di Ratusan Daerah
Masyarakat menggambarkan karya ini sebagai wujud apresiasi dan penghormatan. Bukan karena panggung megah, melainkan karena keyakinan bahwa ada sosok yang mereka percaya tengah membawa semangat baru bagi negeri.
Dalam syairnya, tersirat rasa syukur sekaligus ajakan untuk berjalan bersama, menebarkan kejujuran, persaudaraan, dan harapan di setiap langkah.
Meski demikian, pencipta lagu menegaskan bahwa “Purbaya Bale-Bale” adalah karya kreatif belaka.
Seluruh audio, vokal, dan visual dibuat menggunakan teknologi AI, khusus untuk hiburan dan edukasi.
Karya ini tidak bermaksud meniru atau mewakili siapa pun secara resmi. Semuanya adalah ekspresi artistik bentuk apresiasi rakyat terhadap sosok yang mereka kagumi.
Baca juga: KAI Resmi Tambah Perjalanan LRT Jabodebek, Layanan Kini Lebih Padat dan Cepat
Namun justru dari kesederhanaan itu, lahir kedekatan yang tulus. “Purbaya Bale-Bale” menjadi pengingat bahwa suara rakyat bisa menjelma menjadi musik, dan musik dapat menjadi jembatan rasa antara masyarakat dan pemimpinnya.
Dari bale-bale timur yang ditiup angin laut, hingga gedung-gedung tinggi di Jakarta, lagu ini membawa pesan lembut,
bahwa harapan selalu menemukan jalannya.
