Ilustrasi LRT JABODEBEK.. Dok: Istimewa.
Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus meningkatkan standar keamanan transportasi perkotaan melalui penguatan sistem pengawasan di LRT Jabodebek.
Sebagai bagian dari modernisasi layanan, KAI kini mengoperasikan lebih dari seribu kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di seluruh rangkaian kereta dan stasiun, menjadikan LRT Jabodebek salah satu moda transportasi dengan sistem keamanan terkelola paling komprehensif di Indonesia.
Dalam implementasinya, KAI menempatkan 434 CCTV di rangkaian kereta LRT Jabodebek. Setiap trainset dilengkapi 14 kamera yang diposisikan untuk memantau kondisi gerbong, area kabin, serta aktivitas petugas dan calon penumpang. Penempatan ini dirancang untuk memastikan seluruh aktivitas dalam kereta berada dalam jangkauan pantauan operator.
Baca juga: Menag: Indonesia Siap Tampung Anak Palestina yang Putus Sekolah
Selain itu, 695 CCTV tambahan dipasang di 18 stasiun LRT Jabodebek. Kamera-kamera tersebut disebar di titik-titik yang menjadi pusat mobilitas masyarakat, seperti pintu masuk, area tiket, koridor perpindahan, ruang tunggu, hingga peron.
Cakupan kamera di area evakuasi dan zona rawan juga menjadi perhatian utama untuk mendukung respon cepat jika terjadi keadaan darurat.
Seluruh CCTV terhubung ke sistem pemantauan Operation Control Centre (OCC) yang bekerja 24 jam. Dengan integrasi ini, petugas di pusat kendali dapat mengidentifikasi potensi gangguan keamanan, memonitor pergerakan penumpang, hingga mengarahkan petugas di lapangan secara real time.
Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa penguatan sistem pengawasan ini merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan layanan transportasi yang semakin aman dan tertata.
“Teknologi pengawasan ini bukan hanya untuk merekam aktivitas, tetapi menjadi instrumen penting dalam manajemen keselamatan. Dengan pemantauan yang menyeluruh, kami bisa merespons lebih cepat dan lebih tepat ketika terjadi situasi yang membutuhkan penanganan,” ujar Purnomosidi.
Baca juga: Kementerian Transmigrasi Dorong Tana Toraja Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru
Ia menegaskan, sistem CCTV juga membantu menjaga kelancaran arus penumpang. Menurutnya, rekaman dan pemantauan langsung memungkinkan petugas menilai kepadatan peron serta memastikan proses naik-turun penumpang berjalan teratur, terutama di jam sibuk.
“Selain sebagai sarana pengamanan, CCTV memberi data penting bagi peningkatan operasional harian. Ketika ada insiden, rekaman menjadi bahan analisis untuk mencegah kejadian serupa,” tambahnya.
KAI menilai bahwa pemanfaatan teknologi pengawasan merupakan bagian dari penguatan keamanan objek vital nasional. Dengan semakin besarnya mobilitas masyarakat di kawasan Jabodebek, kehadiran sistem monitoring yang terintegrasi menjadi elemen penting dalam menjaga kehandalan layanan LRT.
