Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena. Dok: Istimewa.
Jakarta – Memasuki sembilan bulan masa kepemimpinan, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mulai menunjukkan hasil kerja yang terukur.
Sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, berbagai program percepatan hingga indikator ekonomi makro tercatat bergerak ke arah positif berdasarkan rilis resmi BPS, Bank Indonesia, dan Pemerintah Provinsi NTT.
Fokus pada Quick Win 100 Hari
Salah satu langkah awal yang menjadi sorotan adalah pelaksanaan enam program “Quick Win” 100 Hari, yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
Baca juga: Gubernur Melki Pastikan Tujuh Ranperda Baru untuk Kepentingan Masyarakat NTT
Program tersebut mencakup penguatan posyandu dan kader kesehatan untuk menekan angka stunting, mendorong penggunaan produk lokal melalui Gerakan Beli NTT, hingga pembenahan layanan dasar lintas sektor.
Enam program ini dipastikan berjalan sejak Maret-Juni 2025 dan menjadi fondasi arah kebijakan jangka menengah provinsi.
Ekonomi Tumbuh Stabil di Tiga Triwulan
Performa ekonomi NTT menunjukkan tren stabil naik.
Data BPS mencatat:
- Triwulan I 2025 tumbuh 4,55% (y-on-y)
- Triwulan II 2025 tumbuh 5,44% (y-on-y)
- Triwulan III 2025 tumbuh 4,88% (y-on-y)
Konsistensi pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai pulih dan bergerak lebih dinamis, terutama pada sektor pertanian, perdagangan, dan konstruksi.
Bank Indonesia (BI) melalui Laporan Perekonomian Provinsi juga mencatat bahwa realisasi belanja pemerintah 2024 mencapai 90,90%, sebuah catatan penting yang menjadi modal fiskal bagi pemerintahan baru di 2025. BI mematok proyeksi pertumbuhan ekonomi NTT 2025 di kisaran 3,60-4,40%, yang kini sudah terlampaui pada beberapa triwulan.
Perbaikan Kesejahteraan Mulai Terlihat
Sejumlah indikator kesejahteraan juga menunjukkan arah positif. Dalam laporan Mei 2025, BI menyebut terjadi penurunan angka kemiskinan serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Sementara laporan Agustus 2025 mencatat gini ratio menurun, yang berarti ketimpangan pendapatan berkurang, serta peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) di beberapa subsektor.
Meski begitu, tantangan tetap ada, seperti kenaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 3,23%, yang membutuhkan respons cepat melalui penciptaan lapangan kerja berbasis sektor produktif.
Kementerian dan BI Beri Catatan Positif
Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang beberapa kali melampaui proyeksi serta tren perbaikan pada indikator kesejahteraan, kepemimpinan Melki Laka Lena dinilai mulai menunjukkan arah reformasi yang terukur.
Program-program awalnya dianggap tepat menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama kesehatan, daya beli lokal, dan pemberdayaan desa.
Arah Selanjutnya
Pemerintah Provinsi NTT menyampaikan bahwa fokus berikutnya adalah:
- percepatan transformasi ekonomi daerah,
- peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan,
- serta stabilisasi harga kebutuhan pokok.
Dengan roadmap yang mulai berjalan dan kontrol data yang lebih akurat, Pemprov NTT menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat semakin cepat dirasakan pada 2026 mendatang.
