Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana. Dok: Istimewa.
Jakarta – Genap 194 hari sejak dilantik pada 15 Mei 2025, Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Suyus Windayana terus menunjukkan langkah nyata dalam menata arah pembangunan Indonesia.
Dalam rentang waktu yang belum genap setengah tahun, ia bergerak cepat memperkuat fondasi tata ruang sebagai penuntun investasi dan pembangunan.
Salah satu fokus utama Suyus adalah percepatan integrasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dengan sistem Online Single Submission (OSS) sebuah terobosan yang memberi kepastian ruang bagi pelaku usaha sekaligus mempercepat proses perizinan. Ia menyebut integrasi ini sebagai tulang punggung iklim kemudahan berusaha.
“Tanpa kepastian ruang, investasi hanya akan berhenti pada rencana. RDTR–OSS adalah kunci untuk membuka alur percepatan pembangunan,” ujar Suyus dalam forum International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, tempat ia menjadi pembicara utama.
Dalam kurun waktu ini, progres penyusunan RDTR nasional menunjukkan capaian signifikan. Sebanyak 652 RDTR telah disusun, dan 367 di antaranya telah ditetapkan melalui Perda/Perkada serta terhubung langsung ke sistem OSS.
Integrasi ini memungkinkan penerbitan KKPR hanya dalam satu hari, sebuah perubahan yang sebelumnya hampir tak terbayangkan.
Tidak hanya mengatur ruang di daratan, Suyus mendorong visi yang lebih luas: integrasi tata ruang darat, laut, udara, hingga bawah permukaan.
Gagasan ini ia sampaikan dalam dialog dengan Badan Urusan Legislasi Daerah DPD RI, menggambarkan bahwa tata ruang harus menjadi satu peta besar yang saling menyambung, bukan sekumpulan dokumen yang berdiri sendiri.
Baca juga: Gubernur Melki Pastikan Tujuh Ranperda Baru untuk Kepentingan Masyarakat NTT
Selama 194 hari ini pula, Suyus aktif membangun sinergi dengan pelaku kawasan industri. Ia menegaskan pentingnya kepastian pemanfaatan ruang untuk memperkuat daya saing kawasan industri dan mempercepat realisasi investasi. RDTR, menurutnya, adalah instrumen yang mampu menjawab kerumitan perizinan yang selama ini menjadi tantangan.
Kiprah Suyus dalam penguatan tata ruang tak hadir secara tiba-tiba. Sebelum menjadi Dirjen, ia telah menerima Penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama 2024 dari ITB atas kontribusinya dalam digitalisasi layanan pertanahan, termasuk inovasi Sertipikat Tanah Elektronik.
Memasuki hari ke-194 masa jabatannya, langkah-langkah Suyus Windayana mulai menggambar ulang wajah tata ruang Indonesia.
Dalam garis-garis kebijakannya, ruang bukan hanya koordinat teknis melainkan arah masa depan yang ditata dengan ketelitian, kecepatan, dan harapan.
