Kabaharkam Polri Komjen Pol. Karyoto. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Karyoto, memaparkan capaian kinerja pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) tahun 2025 dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dalam paparannya, Karyoto menjelaskan bahwa Barkam Polri merupakan unsur pelaksana tugas di tingkat Mabes Polri yang berada langsung di bawah Kapolri dan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Barkam Polri membawahi tiga korps utama, yakni Korps Pembinaan Masyarakat (Korbinmas), Korps Sabhara (Korsabara), serta Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud).
โMelalui fungsi tersebut, Barkam Polri melaksanakan pembinaan serta penyelenggaraan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat guna mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif,โ ujar Karyoto.
Ia menyampaikan bahwa sepanjang 2025, indeks harkamtibmas yang menjadi indikator utama kinerja Barkam Polri mencapai 86,53 persen.
Capaian tersebut diperoleh dari berbagai indikator, di antaranya indeks community policing, efektivitas kehadiran Samapta Polri, tingkat keamanan wilayah perairan, serta efektivitas pengamanan objek vital nasional.
Di bidang pembinaan masyarakat, jumlah personel Bhabinkamtibmas juga mengalami peningkatan dari 39.773 personel pada 2024 menjadi 41.162 personel pada 2025.
Namun demikian, jumlah tersebut masih belum memenuhi kebutuhan ideal satu desa atau kelurahan satu Bhabinkamtibmas, mengingat jumlah desa dan kelurahan di Indonesia mencapai lebih dari 84 ribu wilayah.
Sepanjang tahun 2025, Bhabinkamtibmas tercatat melaksanakan lebih dari 8,4 juta kegiatan door to door system kepada masyarakat.
Selain itu, terdapat lebih dari 1,1 juta kegiatan deteksi dini potensi gangguan keamanan serta hampir 58 ribu kegiatan penyelesaian masalah melalui pendekatan problem solving di tingkat masyarakat.
โKegiatan ini menunjukkan bahwa Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis dalam membangun kedekatan dengan masyarakat serta mencegah potensi konflik sejak dini,โ kata Karyoto.
