Dok: Istimewa.
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembongkaran tiang monorel mangkrak sekaligus penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said paling lambat pada September 2026. Target tersebut disampaikan Pramono saat meninjau langsung dimulainya proses pembongkaran, Rabu (14/1).
Pramono menyatakan, Pemprov DKI memprioritaskan penyelesaian tiang monorel yang selama lebih dari dua dekade menjadi simbol proyek mangkrak di salah satu koridor utama Jakarta.
“Yang sekarang ini kita prioritaskan adalah yang ada di tempat ini. Mudah-mudahan September selesai,” ujar Pramono kepada awak media di lokasi peninjauan.
Menurut Pramono, pembongkaran tiang monorel tidak dilakukan secara parsial, melainkan menjadi bagian dari penataan menyeluruh kawasan Rasuna Said. Penataan tersebut mencakup perbaikan badan jalan, saluran air, trotoar, penerangan jalan umum, hingga penataan taman dan estetika kawasan.
Ia menekankan, penetapan target waktu dilakukan berdasarkan kajian teknis yang matang. Pemerintah Provinsi DKI ingin memastikan seluruh proses berjalan terencana, rapi, dan memiliki kepastian waktu, tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan.
“Ini bukan sekadar membongkar tiang, tapi menata ulang kawasan agar lebih tertib, nyaman, dan berfungsi optimal bagi masyarakat,” jelas Pramono.
Pramono menilai keberadaan tiang monorel mangkrak selama ini kerap dikeluhkan warga karena mengganggu estetika kota dan tata ruang jalan. Karena itu, Pemprov DKI memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas dengan tenggat waktu yang jelas.
Dalam pelaksanaannya, Pramono juga memastikan adanya dukungan lintas lembaga, termasuk Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), guna menghindari potensi persoalan hukum di kemudian hari.
Dengan target rampung pada September 2026, Pramono berharap kawasan Jalan HR Rasuna Said dapat kembali tertata dengan baik dan tidak lagi menyisakan warisan proyek mangkrak yang merusak wajah ibu kota.
