Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok: Istimewa.
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya memperkuat sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan konflik global yang kian meningkat.
Menurut Airlangga, sektor pariwisata telah menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Sepanjang 2025, sektor ini menyumbang Rp 945,7 triliun atau setara 3,97 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Selain itu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta orang atau tumbuh 10,7 persen secara tahunan, dengan kontribusi devisa sebesar 18,91 miliar dollar AS dan menyerap hingga 25,91 juta tenaga kerja.
Namun, ia mengingatkan bahwa ketahanan sektor ini kini tengah diuji oleh dinamika global, terutama konflik di Timur Tengah yang berdampak pada terganggunya konektivitas penerbangan internasional serta kenaikan harga avtur.
โIndonesia perlu segera melakukan reformasi guna memitigasi dampak krisis global sekaligus membangun sektor pariwisata yang kompetitif dan tangguh,โ ujar Airlangga dalam keterangannya, Senin (16/3).
Ia mengungkapkan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga kinerja sektor pariwisata. Salah satunya adalah perluasan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) guna menarik lebih banyak wisatawan mancanegara. Kebijakan ini dinilai efektif meningkatkan kunjungan hingga 15 persen per tahun serta menciptakan ratusan ribu lapangan kerja.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan pasar domestik melalui pemanfaatan momentum libur Lebaran dengan konsep micro-tourism, yakni wisata jarak dekat dengan pengalaman yang lebih mendalam. Upaya ini diperkuat dengan pemberian diskon transportasi serta penerapan kebijakan kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA).
Airlangga juga menekankan pentingnya membuka rute internasional baru serta memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil. Pengembangan destinasi bagi pekerja digital (digital nomad) turut menjadi fokus, termasuk di wilayah Jakarta, Kepulauan Riau, dan Bali.
Di tengah fluktuasi nilai tukar global, ia melihat peluang bagi Indonesia untuk menarik wisatawan asing dengan menawarkan pengalaman premium dengan harga yang kompetitif.
โDengan gejolak nilai tukar saat ini, hal ini dapat menjadi peluang untuk menarik wisatawan karena mereka memperoleh nilai lebih dari uang yang ditukarkan,โ jelasnya.
Lebih lanjut, Airlangga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pariwisata nasional. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk memperkuat fondasi sektor ini agar tetap adaptif dan resilien menghadapi berbagai tantangan global.
โSaya berharap forum ini dapat menghasilkan ide-ide strategis yang berdampak terhadap sektor pariwisata Indonesia. Mari kita pastikan pariwisata Indonesia tetap tangguh dan mampu beradaptasi menghadapi gejolak geopolitik global,โ pungkasnya.
