Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Dok: Istimewa.
Jakarta – Kementerian Transmigrasi menegaskan bahwa pembangunan Mess Patriot menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi muda unggul yang mampu menghadirkan perubahan nyata di kawasan transmigrasi.
Mess ini akan menjadi pusat belajar bagi penerima Beasiswa S2 Patriot dan Tim Ekspedisi Patriot yang berasal dari universitas-universitas terbaik di Indonesia. Para peserta akan tinggal langsung di kawasan transmigrasi agar memahami kondisi masyarakat secara utuh.
Saat meninjau lokasi rencana pembangunan Mess Patriot di Kawasan Transmigrasi Palolo, Kabupaten Sigi, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan bahwa Program Patriot dirancang untuk menghubungkan dunia akademik dengan realitas lapangan.
“Kami ingin para patriot menjadi penggerak pembangunan, bukan sekadar pengamat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa transmigrasi masa kini berfokus pada pembangunan ekosistem ekonomi baru yang bertumpu pada pendampingan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Baca juga: Menag Dapat Anugerah Penggerak Nusantara 2025 Bidang Harmoni dan Ekoteologi
Menurut Menteri Iftitah, pendekatan baru ini menuntut para peserta Patriot untuk hidup dan berbaur dengan masyarakat agar dapat melihat langsung tantangan di lapangan.
“Para patriot ini akan hidup di lingkungan masyarakat, melihat sendiri seperti apa tantangan kemiskinan, dan dari situlah mereka menghasilkan solusi yang bukan hanya rekomendasi tertulis, tetapi aksi nyata,” jelasnya.
Mess Patriot juga dirancang fleksibel dengan konsep modular sehingga dapat dipindahkan ke wilayah lain yang memerlukan pendampingan intensif.
“Konsepnya mobile. Jika masyarakat di satu lokasi sudah kuat, Mess Patriot akan dipindahkan ke wilayah lain,” tegas Menteri Iftitah.
Pembangunan ditargetkan dimulai awal tahun depan setelah keputusan pusat. Pemerintah juga membuka kemungkinan untuk melibatkan mahasiswa asing pada 2027 guna memperkaya pertukaran pengetahuan.
Baca juga: Gubernur Melki Tegaskan Kolaborasi Antar-Daerah Jadi Kunci Percepatan Pembangunan NTT
Pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh atas rencana tersebut. Lahan lima hektare telah disiapkan untuk pembangunan Mess Patriot. Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, menyampaikan,
“Kami siap mendukung agar program strategis ini dapat berjalan di Sigi.”
Melalui Program Patriot, Kementerian Transmigrasi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan SDM unggul sebagai motor utama transformasi dan percepatan pembangunan kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.
