Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. Dok: Istimewa.
Jakarta – M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memaparkan arah baru kebijakan transmigrasi nasional yang akan difokuskan pada dua agenda besar, yakni revitalisasi dan transformasi kawasan transmigrasi.
Hal tersebut disampaikan Menteri Iftitah saat membuka Pameran Ekspedisi Patriot ITB 2025 di Gedung Center for Arts, Design and Language (CADL), Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (23/2/2026).
Menurutnya, revitalisasi dilakukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan mendasar di kawasan transmigrasi, seperti status lahan dan keterbatasan infrastruktur dasar. Sementara transformasi diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Program transformasi ini adalah bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tegas Menteri Iftitah.
Ia menekankan bahwa paradigma transmigrasi tidak lagi semata-mata memindahkan penduduk, tetapi membangun kawasan yang produktif dan berdaya saing. Untuk itu, penguatan kelembagaan ekonomi, pengembangan komoditas unggulan, hingga penyelesaian konflik kawasan menjadi bagian dari agenda strategis kementerian.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Iftitah juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Transmigrasi Patriot dan inisiatif Pameran Ekspedisi Patriot ITB 2025. Menurutnya, pameran tersebut penting sebagai ruang publikasi hasil kerja lapangan yang konkret dan berbasis riset.
Pameran ini menampilkan hasil kerja Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITB 2025 yang menghasilkan ratusan rekomendasi, mulai dari evaluasi kawasan, penguatan ekonomi lokal, pemenuhan infrastruktur dasar, hingga penanganan persoalan sosial di kawasan transmigrasi.
Lebih lanjut, Menteri Iftitah menegaskan pentingnya distribusi sumber daya manusia (SDM) unggul ke kawasan transmigrasi sebagai bagian dari strategi transformasi.
“Mendistribusikan SDM untuk ke kawasan-kawasan transmigrasi itu adalah satu keharusan,” ujarnya.
Program Ekspedisi Patriot ITB 2025 sendiri melibatkan 57 tim dengan 57 dosen dari 13 fakultas/sekolah sebagai ketua tim serta 228 anggota yang terdiri dari mahasiswa aktif dan alumni. Kegiatan ini berlangsung selama sekitar 3,5 bulan di 29 kawasan transmigrasi yang tersebar di 21 provinsi, dari Aceh hingga Papua.
Kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi dan ITB diharapkan terus diperkuat guna mempercepat revitalisasi dan transformasi kawasan transmigrasi. Menteri Iftitah optimistis, dengan pendekatan berbasis data, riset, dan distribusi SDM unggul, kawasan transmigrasi dapat tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai daerah Indonesia.
