PNM Journalist’s Photo Journey 2025 Volume 3. Dok: PNM.
Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menghidupkan ruang apresiasi bagi pewarta foto melalui gelaran PNM Journalist’s Photo Journey 2025 Volume 3.
Tahun ini, kompetisi tersebut hadir dengan membawa tema besar yang sarat makna, “Perempuan Lentera Kehidupan.” Tema itu dipilih bukan tanpa alasan.
Baca juga: “Purbaya Bale-Bale”, Lagu Reggae Timur Bernuansa Pantai yang Menjadi Simbol Cinta Rakyat
Di mata PNM, perempuan Indonesia bukan hanya menjadi penggerak roda ekonomi keluarga, tetapi juga penjaga nilai sosial dan pelindung lingkungan di tengah perubahan zaman.
Mereka adalah cahaya yang memandu, lentera yang menjadi penuntun dalam berbagai dinamika kehidupan masyarakat.
Melalui ajang ini, PNM mengajak para jurnalis dari seluruh Indonesia untuk menelusuri kisah-kisah perempuan yang bekerja dalam diam namun menghadirkan dampak besar.
Ada perempuan yang menjaga keberlanjutan usaha kecil di pelosok, perempuan yang merawat harmoni sosial di lingkungannya, hingga perempuan yang berdiri di garis depan pelestarian alam.
Baca juga: PNM Mekaar Dorong Transformasi Ekonomi Keluarga Lewat Kreativitas Bu Aan
Semua itu terangkum dalam tiga subtema: Perempuan Lentera Ekonomi, Perempuan Lentera Sosial, dan Perempuan Lentera Lingkungan.
Untuk mendukung kreativitas dan semangat para pewarta foto, PNM menyiapkan hadiah dengan total mencapai puluhan juta rupiah, melalui dua kategori lomba, Single Photo dan Essay Photo.
Dalam kategori single photo, para jurnalis diminta menangkap satu momen yang kuat, sementara kategori essay photo mengharuskan peserta menghadirkan rangkaian cerita visual dari beberapa momen berbeda. Kedua kategori ini mengutamakan karya orisinal, faktual, dan belum pernah dilombakan sebelumnya.
PNM juga memberikan nilai tambah bagi karya yang mampu memotret interaksi antarmanusia. Bagi dewan juri, sebuah foto jurnalistik tidak hanya sekadar membekukan waktu, tetapi juga harus mampu menyampaikan hubungan emosional, aksi sosial, dan dinamika nyata antarindividu dalam satu bingkai. Aspek tersebut diharapkan menjadi ruh dari setiap karya yang masuk.
Untuk menjaga kualitas penilaian, PNM menghadirkan dua tokoh penting di dunia fotografi jurnalistik Indonesia, Oscar Motuloh dan Gino Franki Hadi.
Baca juga: Dorong Swasembada Pangan, ATR/BPN Percepat Revisi RTRW di Ratusan Daerah
Keduanya telah lama dikenal sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia visual, pendidikan, dan integritas jurnalistik. Dengan rekam jejak panjang dan penghargaan yang mereka miliki, PNM berharap proses kurasi karya dapat berlangsung objektif, tajam, dan tetap menghargai nilai kemanusiaan yang ada di balik setiap foto.
Proses pendaftaran dibuat sederhana: peserta mengirimkan maksimal lima foto melalui email resmi panitia, melampirkan identitas pers, serta mengikuti ketentuan unggahan di Instagram sebagai bagian dari penilaian tambahan.
Karya-karya terbaik akan dipilih dan diumumkan pada 21 Desember 2025, sementara batas pengiriman berakhir pada 14 Desember 2025.
Melalui kompetisi ini, PNM tidak sekadar mengadakan lomba, tetapi juga berupaya membangun dokumentasi visual yang memperlihatkan wajah perempuan Indonesia dari berbagai daerah dan latar belakang.
Baca juga: KAI Resmi Tambah Perjalanan LRT Jabodebek, Layanan Kini Lebih Padat dan Cepat
Foto-foto yang dihasilkan diharapkan mampu menjadi penanda zaman, bukti bahwa perempuan adalah pilar penting dalam perjalanan bangsa.
Dengan hadirnya PNM Journalist’s Photo Journey 2025 Volume 3, PNM berharap semakin banyak kisah perempuan inspiratif yang tersorot ke permukaan. Kisah yang bukan hanya layak diberitakan, tetapi juga layak dikenang.
Info Lebih lengkap bisa cek di SINI
