Presiden China Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump (kiri) saat pertemuan di Busan. Dok: Istimewa.
Jakarta – Mahkamah Agung Amerika Serikat kini tengah meninjau kasus yang menantang penggunaan kekuasaan darurat presiden dalam menetapkan tarif perdagangan, sebuah langkah yang bisa mengubah batas kewenangan eksekutif di bidang ekonomi global.
Presiden Donald Trump membela kebijakan tarif yang diberlakukan pemerintahannya, menegaskan bahwa langkah tersebut membantu menstabilkan ekonomi global. Dalam wawancara dengan Fox News, Rabu, Trump mengatakan bahwa kegagalan kebijakan ini bisa berdampak luas, tidak hanya bagi AS tetapi juga dunia.
“Sidang pengadilan hari ini berjalan dengan baik. Jika kita kalah, dampaknya akan sangat besar,” ujarnya. Trump menekankan bahwa tarif terhadap China dan sejumlah negara lain merupakan bagian dari upaya untuk menjaga keseimbangan ekonomi internasional.
Kebijakan tarif ini dimulai dari 10 persen untuk beberapa negara, dan meningkat hingga 50 persen untuk sebagian produk dari Brasil dan India. Pendapatan dari tarif mencapai 195 miliar dolar AS hingga akhir tahun fiskal September, dengan sebagian besar masuk ke Departemen Keuangan.
Sementara itu, pengkritik kebijakan ini menilai penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) untuk memberlakukan tarif secara sepihak menimbulkan masalah konstitusional. Mereka berpendapat bahwa hal ini memberikan presiden kekuasaan terlalu luas dalam mengatur perdagangan internasional tanpa persetujuan Kongres.
Pemerintahan Trump menegaskan bahwa semua tarif yang diberlakukan sepenuhnya sesuai hukum, dan kasus Mahkamah Agung ini dipandang sebagai penentu penting terhadap masa depan kebijakan perdagangan AS. Jika pengadilan menolak argumen pemerintah, presiden di masa depan kemungkinan tidak akan dapat menggunakan IEEPA untuk menetapkan tarif secara unilateral.
Kasus ini mendapat perhatian global karena kebijakan tarif sebelumnya telah mempengaruhi rantai pasok dan harga komoditas internasional, termasuk logam tanah jarang yang penting bagi industri teknologi.
