Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho. Dok: Istimewa.
Jakarta – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat terus memperkuat arah kebijakan pembiayaan perumahan nasional melalui sosialisasi strategi FLPP tahun 2026 yang digelar bersamaan dengan kegiatan buka puasa bersama para pemangku kepentingan.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, dalam sambutannya menekankan pentingnya transformasi pendekatan pembiayaan perumahan, terutama di wilayah perkotaan yang mengalami tekanan kebutuhan hunian.
Menurutnya, dominasi rumah tapak dalam penyaluran FLPP selama ini perlu diimbangi dengan pengembangan rumah susun. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan hunian vertikal di kota-kota besar.
โMomentum ini menjadi ajang menyelaraskan strategi agar pembiayaan perumahan semakin adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat,โ kata Heru.
Selain itu, BP Tapera juga mensosialisasikan rencana kebijakan baru yang mencakup pengaturan harga jual, luas hunian, suku bunga, hingga jangka waktu kredit untuk rumah susun dalam skema FLPP.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta berbagai pemangku kepentingan dari sektor perbankan, pengembang, dan pemerintah.
Melalui strategi โSIP 350 ribu unitโ, BP Tapera menargetkan percepatan penyaluran rumah subsidi dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, termasuk digitalisasi layanan dan penyederhanaan proses pembiayaan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog konstruktif untuk menyerap masukan serta memperkuat koordinasi lintas sektor, sehingga target pembiayaan perumahan nasional dapat tercapai secara optimal dan berkelanjutan.
