Dok: Istimewa.
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan proses pemulihan pascabencana di Provinsi Sumatera Barat telah memasuki fase transisi darurat ke rehabilitasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Suharyanto saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Barat, Selasa (13/1).
Sebagai Wakil Ketua II Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Suharyanto menegaskan bahwa pelaksanaan tanggap darurat sejauh ini berjalan terkendali tanpa adanya penambahan korban jiwa. Meski demikian, BNPB mencatat masih terdapat 72 orang dinyatakan hilang dan 10.854 jiwa mengungsi.
“Seluruh kabupaten dan kota terdampak sudah memasuki fase transisi pemulihan. BNPB tetap melanjutkan dukungan logistik, operasi udara, serta operasi modifikasi cuaca sesuai rekomendasi kementerian dan lembaga terkait,” ujar Suharyanto.
BNPB juga terus memantau pemulihan aksesibilitas wilayah terdampak. Akses jalan nasional dinyatakan relatif telah terhubung, meskipun beberapa ruas seperti Padang Panjang Sicincin masih bersifat terbatas dan membutuhkan penanganan lanjutan.
Rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden untuk memastikan pemulihan Sumatera Barat berjalan efektif, terukur, dan terkoordinasi lintas kementerian/lembaga serta pemerintah daerah.
