Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menghadiri pentabisan dan peresmian Gereja St. Maria Goreti Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik di Kabupaten Timor Tengah Utara. Dok: Istimewa.
Jakarta – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menghadiri pentabisan sekaligus peresmian Gereja St. Maria Goreti Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Senin (15/12).
Kehadiran Gubernur NTT menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kehidupan iman serta semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Gereja St. Maria Goreti Lurasik dibangun selama empat bulan melalui dukungan Himpunan Bersatu Teguh (HBT) bersama umat setempat. Pentabisan gereja dipimpin oleh Kardinal Indonesia Mgr. Dr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, PR, didampingi Uskup Keuskupan Atambua Mgr. Dr. Dominikus Saku, PR, dan disaksikan ribuan umat dari berbagai wilayah.
Baca juga: BNPB Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Barat
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama HBT dan seluruh umat yang telah mewujudkan pembangunan gereja dalam waktu singkat dengan kualitas yang dinilai sangat baik. Menurutnya, Gereja St. Maria Goreti Lurasik menjadi salah satu rumah ibadah yang paling megah di NTT.
“Saya sudah mengunjungi banyak wilayah di NTT, dan gereja ini termasuk salah satu yang paling megah. Dibangun hanya dalam empat bulan, ini adalah karya yang luar biasa,” ujar Gubernur Melki.
Gubernur NTT menilai pembangunan gereja tersebut tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga mencerminkan nilai solidaritas, kepedulian sosial, dan semangat berbagi yang patut diteladani oleh seluruh elemen masyarakat.
“Apa yang dilakukan HBT menunjukkan bahwa kelebihan yang kita miliki harus digunakan untuk membantu sesama dan memperkuat kehidupan iman umat,” tambahnya.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan, ketertiban, serta pengelolaan fasilitas gereja agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh umat. Menurutnya, tanggung jawab menjaga rumah ibadah merupakan bagian dari menjaga martabat kehidupan beragama.
Baca juga: BNPB Dukung Uji Coba Fungsional Jalan Nasional Padang-Bukittinggi
“Bangunan ini sudah sangat baik. Tugas kita selanjutnya adalah menjaga dan merawatnya agar tetap menjadi ruang ibadah yang nyaman, bersih, dan bermartabat,” tegas Gubernur Melki.
Rangkaian peresmian diawali dengan pembukaan Taman Doa Santo Lambertus dan Bukit Andreas Lopo Erha, dilanjutkan dengan pemberkatan Gereja St. Maria Goreti.
Penyerahan kunci gereja dilakukan oleh Ketua Umum HBT Andreas Sofiandi kepada Kardinal Ignatius Suharyo dan diteruskan kepada Uskup Keuskupan Atambua, yang kemudian disusul pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti.
Acara ini turut dihadiri Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, Ketua Umum HBT Andreas Sofiandi, Bupati TTU Yosep Falentinus Kebo, Bupati Belu Willybrodus Lay, Wakil Bupati Malaka Henri Simu, unsur Forkopimda, para imam, serta ribuan umat.
Baca juga: Presiden Prabowo Apresiasi Upaya BNPB Minimalkan Dampak Bencana di Sumatra
Sementara itu, Ketua Umum HBT Andreas Sofiandi menjelaskan pembangunan gereja dimulai dengan peletakan batu pertama pada 15 Juli 2024 dan rampung pada Desember 2024 agar dapat digunakan umat dalam perayaan Natal.
Ia menyebut proses pembangunan dilakukan dengan semangat gotong royong, memanfaatkan sebagian besar material lokal, serta dilandasi semangat pelayanan.
Gubernur NTT berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam pembangunan Gereja St. Maria Goreti Lurasik dapat terus berlanjut dan menjangkau rumah-rumah ibadah lain di NTT yang masih membutuhkan dukungan.
