Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dok: Istimewa.
Jakarta – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat dengan meresmikan Program Permata Jatim di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Rabu (21/1/2026).
Khofifah menyampaikan, Program Permata Jatim merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menangani kawasan permukiman kumuh secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga sosial dan ekonomi masyarakat.
“Penanganan kawasan kumuh tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus komprehensif, terstruktur, dan terintegrasi agar benar-benar meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Khofifah saat peresmian.
Menurut Khofifah, program ini dirancang untuk menghadirkan lingkungan hunian yang layak, sehat, dan aman bagi warga. Penataan kawasan dilakukan secara terpadu, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga penguatan aspek sosial ekonomi warga setempat.
Gubernur Khofifah menjelaskan, Permata Jatim dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta diperkuat dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 25 Tahun 2024 sebagai payung hukum pelaksanaannya.
Berdasarkan data Pemprov Jatim, luas kawasan kumuh di Jawa Timur saat ini mencapai lebih dari 8.117 hektare. Sementara di Kabupaten Pasuruan, kawasan kumuh tercatat seluas sekitar 440 hektare, termasuk wilayah Bendomungal yang menjadi lokasi peresmian program.
Untuk mendukung pelaksanaan Permata Jatim, Pemprov Jawa Timur mengalokasikan anggaran APBD lebih dari Rp9 miliar. Dana tersebut digunakan untuk berbagai intervensi, antara lain pembangunan dan perbaikan jalan lingkungan, sistem drainase, normalisasi sungai, hingga penyediaan sarana sanitasi.
Khofifah menekankan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan merawat lingkungan yang telah ditata.
“Pembangunan akan berkelanjutan jika masyarakat ikut menjaga hasilnya. Ini adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Program Permata Jatim diharapkan menjadi model penanganan kawasan permukiman kumuh yang efektif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen Jawa Timur dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
