Dok: Istimewa.
Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tren pemulihan operasional perjalanan kereta api pascabanjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Pulau Jawa terus menunjukkan perkembangan positif. Seiring penanganan prasarana yang dilakukan secara intensif, tingkat ketepatan waktu perjalanan kereta api juga mengalami peningkatan.
KAI menyampaikan bahwa secara umum keterlambatan perjalanan semakin menurun dari hari ke hari. Kondisi ini menjadi indikator bahwa sistem operasional mulai kembali stabil setelah sempat terdampak hujan dengan intensitas tinggi dan gangguan prasarana di beberapa lintas utama.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa proses pemulihan terus berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Meski demikian, KAI masih menerapkan pengaturan operasional tertentu, termasuk pembatalan terbatas pada sejumlah perjalanan, guna memastikan seluruh perjalanan berlangsung aman.
Perbaikan kinerja operasional tercermin dari capaian ketepatan waktu perjalanan kereta api jarak jauh pada periode 19 Januari 2026 hingga 20 Januari 2026 pagi. Dari ratusan perjalanan yang beroperasi, mayoritas kereta tercatat berangkat dan tiba sesuai jadwal yang telah ditetapkan, dengan persentase ketepatan waktu yang terus meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Di sisi lain, KAI terus melakukan penanganan prasarana secara menyeluruh di titik-titik lintasan terdampak. Ratusan personel prasarana dan operasional dikerahkan untuk bekerja selama 24 jam dalam sistem kerja bergilir. Upaya tersebut mencakup pemeriksaan lanjutan kondisi lintasan, penguatan struktur jalur rel, perapihan track, hingga penyempurnaan sistem drainase.
Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lintasan benar-benar aman sebelum kereta api dapat kembali melintas dengan kecepatan normal. Sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak cukup signifikan, seperti lintas Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta, menjadi fokus utama dalam proses pemulihan.
KAI menjelaskan bahwa gangguan operasional sebelumnya dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan sungai dan kerusakan tanggul di beberapa petak jalan. Oleh karena itu, pemeriksaan teknis berlapis tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur keselamatan.
Meski kondisi berangsur membaik, KAI menegaskan bahwa pembatalan perjalanan masih diberlakukan secara selektif berdasarkan hasil evaluasi teknis di lapangan. Kebijakan ini diambil untuk menjaga keselamatan perjalanan sekaligus memastikan kualitas layanan tetap terjaga.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan, KAI memastikan hak penumpang tetap terpenuhi melalui skema service recovery, termasuk pengembalian bea tiket secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal layanan pelanggan KAI.
Dengan pemulihan yang terus berjalan, KAI optimistis operasional perjalanan kereta api akan kembali normal secara bertahap dalam waktu dekat, seiring membaiknya kondisi cuaca dan rampungnya penanganan prasarana di seluruh lintas terdampak.
