Dok: Istimewa.
Jakarta – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan fungsional bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Kamis (26/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di lantai 12 Gedung Ditjen Bimas Katolik tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bimas Katolik Suparman.
Pelantikan tersebut disaksikan oleh pejabat eselon II serta dihadiri pejabat eselon III dan para pegawai di lingkungan Ditjen Bimas Katolik. Momentum ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas organisasi sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Suparman menegaskan bahwa pelantikan jabatan fungsional bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan momentum penting untuk mempertegas komitmen dan tanggung jawab ASN dalam menjalankan tugas negara.
Menurutnya, pengangkatan maupun kenaikan jenjang jabatan fungsional merupakan bentuk pengakuan negara atas kompetensi, dedikasi, serta kinerja para pegawai yang telah menunjukkan kontribusi nyata bagi organisasi.
โPelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pada hari ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi peneguhan komitmen, integritas, dan tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara,โ ujar Suparman.
Ia menjelaskan bahwa jabatan fungsional menuntut keahlian khusus, kompetensi yang terus berkembang, serta kinerja yang terukur. Oleh karena itu, kenaikan jenjang jabatan tidak boleh dipandang sebagai pencapaian akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Suparman juga mendorong para pejabat fungsional untuk menjadi teladan dalam profesionalisme, disiplin, dan etos kerja di lingkungan kerja masing-masing.
โSaudara dituntut untuk menjadi role model dalam profesionalisme, disiplin, dan etos kerja,โ tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa ASN memiliki tiga peran utama, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, serta perekat dan pemersatu bangsa. Di lingkungan Ditjen Bimas Katolik, peran tersebut memiliki dimensi yang lebih luas karena berkaitan dengan pembinaan kehidupan umat Katolik di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Suparman juga menekankan tiga nilai penting yang harus menjadi perhatian seluruh pejabat fungsional, yaitu integritas sebagai fondasi utama, profesionalitas melalui peningkatan kompetensi berkelanjutan, serta orientasi pelayanan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa jajaran Ditjen Bimas Katolik memiliki tanggung jawab strategis dalam memperkuat moderasi beragama serta membangun dialog dan harmoni di tengah keberagaman bangsa.
โSebagai bagian dari Ditjen Bimas Katolik, kita memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat moderasi beragama, membangun dialog, dan menjaga harmoni dalam keberagaman,โ katanya.
Pada pelantikan tersebut, tiga ASN resmi dilantik dalam jabatan fungsional, yakni Hajar Hartono sebagai Arsiparis Ahli Madya, Sesanti Winata Utami sebagai Arsiparis Ahli Muda, serta Herlan sebagai Pranata Komputer Ahli Pertama.
Pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat kinerja organisasi sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik.
