Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten Harison Mocodompis (tengah). Dok: Istimewa.
Jakarta – Badan Pertanahan Nasional melalui Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten menggelar rapat kerja dan help desk bersama Real Estate Indonesia (REI) Banten sebagai upaya merespons berkembangnya isu perubahan status Lahan Baku Sawah (LBS) menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang dinilai berdampak pada aktivitas pengembangan properti di sejumlah wilayah di Provinsi Banten.
Kegiatan yang digelar pada Rabu (4/3/2026) tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah dan pelaku usaha properti untuk membahas berbagai persoalan pertanahan sekaligus mencari solusi yang konstruktif.
Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten Harison Mocodompis mengatakan bahwa forum ini sengaja diinisiasi untuk mempertemukan para pemangku kepentingan secara langsung agar komunikasi dapat berjalan lebih terbuka.
Menurutnya, pertemuan tatap muka menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi terkait berbagai kebijakan pertanahan yang berpotensi berdampak pada dunia usaha.
โSaya memang yang meminta acara seperti ini. Istilah saya desk to desk, artinya kita harus bertemu langsung agar komunikasi bisa terbuka,โ ujar Harison.
Ia menambahkan, melalui forum tersebut diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi pengembang properti dapat dibahas secara langsung bersama jajaran BPN sehingga dapat ditemukan solusi yang tepat.
Isu perubahan status Lahan Baku Sawah menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan belakangan menjadi perhatian para pengembang properti karena dinilai berpengaruh terhadap perencanaan pembangunan di sejumlah wilayah di Banten.
Oleh karena itu, rapat kerja dan help desk ini diharapkan mampu menjadi ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah dan pelaku usaha guna menjaga keseimbangan antara pembangunan wilayah dan perlindungan lahan pertanian.
Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk asosiasi pengembang, agar kebijakan pertanahan dapat dipahami secara utuh sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha maupun masyarakat.
