Dok: BNPB.
Jakarta – BNPB mengintensifkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam rangka mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Barat. Salah satu bentuk nyata kolaborasi tersebut adalah pelibatan 400 mahasiswa Universitas Andalas dalam verifikasi dan validasi rumah rusak.
Sekretaris Utama BNPB Rustian menyampaikan bahwa BNPB berperan sebagai koordinator utama dalam seluruh tahapan penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.
“BNPB memastikan seluruh proses berjalan terintegrasi antara pusat dan daerah, sehingga bantuan dapat segera diterima masyarakat,” jelas Rustian.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengapresiasi langkah BNPB yang melibatkan berbagai pihak untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat.
Data hasil verifikasi ini akan menjadi acuan utama dalam pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.
Verifikasi dan validasi rumah rusak dijadwalkan berlangsung mulai 3 hingga 7 Januari 2026 dan mencakup 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat.
