Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rangkaian bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi kejadian bencana di Indonesia. Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, dalam periode 10 Januari hingga 11 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, banjir terjadi di berbagai wilayah dengan dampak signifikan terhadap permukiman warga.
Di Provinsi Sumatera Selatan, banjir melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur akibat hujan berintensitas sangat lebat.
Empat kecamatan dan 23 desa terdampak dengan total 1.359 kepala keluarga. Ketinggian muka air sempat mencapai 150 sentimeter dan merendam ribuan rumah warga. BPBD setempat bergerak cepat melakukan evakuasi, pendirian posko, serta penyaluran bantuan logistik.
Sementara itu di Kalimantan Barat, banjir meluas di Kabupaten Landak dengan delapan kecamatan dan 23 desa terdampak. BNPB mencatat sekitar 2.282 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air mencapai satu meter di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat untuk mempercepat penanganan dan distribusi bantuan.
BNPB memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Hingga laporan ini disusun, tidak terdapat korban jiwa dalam rangkaian bencana tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar.
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
