Menteri Koordinator PMK Pratikno bersama Mendagri Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol Ramdani mengikuti konferensi pers percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Dok: Istimewa.
Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan penanganan bencana di wilayah Sumatra kini memasuki fase transisi rehabilitasi dan rekonstruksi. Dari total 52 kabupaten terdampak, sebagian besar daerah telah keluar dari masa tanggap darurat dan beralih ke tahap pemulihan.
Dalam konferensi pers Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Rabu (11/2/2026), Suharyanto mengungkapkan jumlah pengungsi turun drastis hingga 95,51 persen dibandingkan saat puncak bencana.
“Pada puncaknya jumlah pengungsi mencapai lebih dari satu juta jiwa. Per 10 Februari 2026, tersisa sekitar 40 ribu orang yang masih berada di pengungsian,” ujarnya.
BNPB mencatat mayoritas warga telah kembali ke rumah masing-masing. Sebagian lainnya tinggal sementara di rumah kerabat atau hunian sementara (huntara) yang disiapkan pemerintah.
Menurut Suharyanto, capaian ini menunjukkan koordinasi pemerintah pusat dan daerah berjalan efektif. Meski demikian, ia menegaskan pemulihan belum selesai. Pemerintah kini fokus memastikan hunian tetap dan infrastruktur dasar dapat segera difungsikan agar masyarakat benar-benar pulih dari dampak bencana.
