Pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat Banyuwangi di Puskesmas Mojopanggung. Dok: Istimewa.
Jakarta – Momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 menjadi titik penting bagi Kabupaten Banyuwangi dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan. Pemerintah daerah setempat kini menghadirkan dokter spesialis di puskesmas-puskesmas untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan medis yang lebih cepat, lengkap, dan merata tanpa harus pergi jauh ke rumah sakit.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut langkah ini sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem layanan kesehatan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya dokter spesialis di puskesmas, masyarakat di wilayah terpencil pun bisa mendapatkan pemeriksaan lanjutan tanpa terkendala jarak dan biaya transportasi.
“Kami ingin masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan layanan dokter spesialis. Cukup datang ke puskesmas terdekat, mereka sudah bisa berkonsultasi dan mendapatkan pemeriksaan lanjutan,” ujar Ipuk.
Baca juga: Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah Se-Sulsel Ringankan BPHTB bagi Masyarakat
Kehadiran tenaga spesialis di fasilitas layanan dasar itu juga dimaksudkan untuk memperkuat sinergi antara pelayanan dasar dan sistem rujukan rumah sakit. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa para dokter spesialis, seperti kandungan, jantung, paru, hingga rehabilitasi medik, akan bertugas secara bergiliran di 26 puskesmas.
“Konsepnya adalah integrasi. Kami ingin memastikan rantai layanan kesehatan berjalan utuh, mulai dari pencegahan, pemeriksaan awal, hingga rujukan lanjutan,” tutur Amir.
Selain memperkuat layanan medis, Pemkab Banyuwangi juga terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Program ini menjadi bagian dari upaya nasional untuk mendeteksi dini penyakit dan menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Hingga November 2025, sekitar 36 persen warga Banyuwangi telah menikmati layanan PKG, dan pemerintah menargetkan cakupan meningkat hingga 50 persen di akhir tahun. Untuk mempercepat capaian tersebut, tenaga kesehatan melakukan pendekatan langsung melalui kegiatan jemput bola, seperti membuka layanan pemeriksaan di arena Car Free Day (CFD) dan berbagai kegiatan komunitas.
“Kami tidak menunggu warga datang, tapi justru mendatangi mereka. Dengan begitu, layanan kesehatan benar-benar hadir di tengah masyarakat,” jelas Amir.
Langkah Banyuwangi ini menunjukkan bahwa reformasi layanan kesehatan tak harus selalu dimulai dari rumah sakit besar. Melalui penguatan puskesmas dan kehadiran dokter spesialis di tingkat dasar, Banyuwangi sedang membangun sistem kesehatan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

1 thought on “Banyuwangi Hadirkan Dokter Spesialis di Puskesmas, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat”
Comments are closed.