Ilustrasi AI dan IoT. Dok: Istimewa.
Jakarta – Pemerintah Indonesia semakin mempercepat transformasi digital dengan menekankan penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) di sektor publik dan pertanian. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan pemerintahan serta membantu petani menerapkan sistem pertanian presisi.
Program pelatihan bagi aparatur sipil negara dan pengembangan aplikasi digital tengah dijalankan secara nasional. Selain itu, pemerintah mendorong kolaborasi antara lembaga publik dan sektor swasta untuk menciptakan ekosistem AI yang berkelanjutan dan beretika.
Di sektor pertanian, AI digunakan untuk memprediksi hasil panen, memantau kondisi tanaman, dan mengoptimalkan distribusi pangan agar lebih efisien. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi pemborosan dan meningkatkan produktivitas nasional.
Pemerintah menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar adopsi teknologi, tetapi juga perlu membangun kesadaran masyarakat, literasi digital, dan mekanisme pengawasan untuk memastikan teknologi bekerja demi kepentingan publik, bukan sebaliknya.
