Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Jakarta – Pemerintah terus mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto memastikan proses bantuan hunian bagi warga terdampak terus dikawal agar dapat segera direalisasikan.
Hal itu disampaikan Suharyanto saat meninjau langsung hunian sementara (huntara) percontohan di Lapangan Pusat Jajanan dan Cenderamata Maumere, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Kamis (1/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Suharyanto berdialog dengan warga penyintas sekaligus menjelaskan mekanisme bantuan hunian dan tahapan pemulihan yang disiapkan pemerintah.
Di Kabupaten Sikka, pemerintah telah menetapkan 1.055 kepala keluarga sebagai penerima bantuan stimulan perbaikan dan pembangunan rumah yang rusak akibat bencana.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 153 unit masuk kategori rusak berat, 371 unit rusak sedang, dan 531 unit rusak ringan.
Bantuan tersebut mengacu pada SK Bupati Sikka Nomor 441/HK/2026 tentang Calon Penerima Bantuan Stimulan Perbaikan/Pembangunan Rumah Rusak Akibat Bencana.
Bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah menyiapkan skema hunian sementara sebelum pembangunan hunian tetap. Sementara warga yang memilih tidak menempati huntara akan memperoleh Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan sambil menunggu hunian tetap selesai dibangun.
“Untuk warga terdampak gempa NTT yang rumahnya rusak berat, pemerintah menyediakan skema hunian sementara yang dilanjutkan dengan pembangunan hunian tetap,” ujar Suharyanto.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya BNPB memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di NTT tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi berjalan hingga masyarakat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan dapat menjalankan aktivitasnya secara normal.
